Merapi Lontarkan Awan Panas Letusan

SM/dok BPBD Sleman  -  AWAN PANAS : Gunung Merapi mengembuskan awan panas letusan yang menyebabkan hujan abu vulkanik, Minggu (22/9). (55)
SM/dok BPBD Sleman - AWAN PANAS : Gunung Merapi mengembuskan awan panas letusan yang menyebabkan hujan abu vulkanik, Minggu (22/9). (55)

SLEMAN - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas pada Minggu (22/9) pukul 11.36. Berbeda dari awan panas guguran yang beberapa kali muncul sejak 29 Januari 2019, awan panas kali ini didahului dengan letusan gas sehingga disebut sebagai awan panas letusan. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menjelaskan, kejadian awan panas letusan disebabkan runtuhnya material kubah lava akibat tekanan gas dari dalam.

Seiring berlangsungnya suplai magma, gas vulkanik diproduksi secara kontinyu. ”Karena dinamika tekanan, gas dapat tersumbat dan terakumulasi di bawah kubah lava dan terlepas secara tiba-tiba. Tekanan gas itu mendobrak kubah lava sehingga runtuh menjadi awan panas,” urainya.

Peningkatan tekanan gas tersebut terdeteksi oleh stasiun pemantauan. Sejak pukul 00.00 hingga 12.00 terjadi 29 kali gempa multiphase (MP) dan 14 gempa embusan. Banyaknya jumlah gempa itu merepresentasikan peningkatan tekanan dan intensitas pelepasan gas vulkanik.

Suhu kubah lava sekitar satu jam menjelang letusan terpantau mengalami peningkatan. Di beberapa titik, suhu mencapai 100 derajat Celsius. Namun setelah muncul awan panas letusan, kondisi Merapi kembali tenang, yang tergambar dari data pemantauan yang menurun.

Hujan Abu

Menurut Hanik, fenomena awan panas guguran maupun letusan diperkirakan masih akan terjadi, mengingat suplai magma masih berlangsung. Hanik menegaskan, Merapi masih dalam status Waspada. Ancaman bahaya yang dapat ditimbulkan dari aktivitas erupsi saat ini sama dengan sebelumnya yaitu luncuran awan panas dan lontaran material erupsi dalam radius 3 kilometer dari puncak.

”Hasil pemodelan menunjukkan jika kubah lava sekarang runtuh, luncuran awan panas tidak melebihi radius 3 kilometer,” terangnya. Saat ini, volume kubah lava Merapi tercatat sekitar 461.000 meter kubik.

Adapun awan panas letusan yang terjadi Minggu (22/9) siang terekam di seismogram dengan amplitudo 70 mm dan durasi 125 detik. Jaraknya diperkirakan sejauh 1.200 meter. Berdasarkan pantauan dari CCTVMerbabu, kolom asap letusan setinggi kurang lebih 800 meter dari puncak.

Awan panas letusan juga mengakibatkan hujan abu tipis di sekitar kawasan Gunung Merapi dalam radius 15 kilometer dominan di sektor barat daya. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan, sebaran abu tipis terjadi di Dusun Tunggularum, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi.

”Dusun itu letaknya paling atas dan kebetulan angin berembus ke arah barat daya saat terjadi letusan awan panas pada pukul 11.36,” ujarnya. Berselang satu jam, arah angin berubah ke barat laut. Meski terjadi hujan abu tipis, warga tetap tenang. Situasi terpantau kondusif dan aman terkendali. (J1-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar