INFRASTRUKTUR

Tanggulangin Dimatangkan

JATI - Tahapan akhir pembangunan Jembatan Tanggulangin C (Demak-Kudus) hingga kemarin masih dipersiapkan. Bila segala sesuatunya sesuai rencana, mulai 24 April dilakukan pengecoran. Diperkirakan, 530 kubik adonan cor dituangkan pada akses penghubung di atas Sungai Wulan tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Karangsawah dan Jembatan Kolonel Sunandar III Alik Mustaqim, menyatakan pengecoran butuh waktu 30 jam. ”Pengecoran harus dilakukan secara terus menerus tanpa terhenti,” katanya.

Ketika pengecoran berlangsung, dua pompa cor beton dijalankan di sisi kanan dan kiri jembatan. Satu pompa dari sisi Demak akan bergerak ke arah Kudus.

”Nanti akan bertemu di tengah-tengah jembatan,” imbuhnya. Jembatan Tanggulangin C diperkirakan dapat menahan beban hingga 5000 ton lebih.

Satu tiang pancang dapat menahan beban hingga 150 ton. Girder atau rangka penopang menjadi tumpuan utama penahan beban tengah. ”Sehingga diperkirakan bertahan sampai 100 tahun,” jelasnya.

Ikon

Setelah pengecoran dituntaskan, dilanjutkan pengaspalan. Bila semua tahapan diselesaikan, segera dipersiapkan loading test atau uji beban. Uji beban digelar 3 Mei hingga 4 Mei mendatang.

Loading test melibatkan berbagai macam kendaraan dengan variasi beban yang berbedabeda. Beban di atas jembatan dimaksimalkan untuk mengetahui kekuatan jembatan.

”Jadi beban atau kendaraan akan berhenti di jembatan, dari titik awal hingga titik akhir,” paparnya. Bila sudah jadi, Jembatan Tanggulangin C sepanjang 600 meter diperkirakan akan menjadi yang terpanjang di Jawa Tengah.

Keberadaan jembatan di atas Sungai Wulan juga akan menjadi salah satu ikon infrastruktur di Kota Keretek. Pembangunan jembatan dimulai setelah dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) 21 Desember 2017. Penuntasan diharapkan dicapai pada H-14 Lebaran. (H8-30)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar