PEMILU

Ditemukan Kekurangan Surat Suara

BLORA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Blora menemukan sejumlah persoalan yang terjadi dalam Pemilu 2019, kemarin. Salah satunya masih ada kekurangan surat suara di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS). Seperti di TPS 04 Desa Tempurejo yang kekurangan sekitar 140 surat suara DPD RI.†Temuan tersebut berdasarkan laporan dari Pengawas TPS di setiap TPS. Terhadap permasalah itu langsung dikoordinasaikan agar logistik yang kurang bisa dipenuhi.

Persoalan lainnya yang ditemukan Bawaslu antara lain masih pembukaan TPS yang molor, TPS yang belum tersedia C1 Plano serta pemilih yang menggunakan KTP elektronik namun tidak† bisa mencoblos karena bukan penduduk setempat. ”Pemilih yang tidak bisa mencoblos ini karena tidak memiliki A-5 tetapi menunjukkan E-KTP saat di TPS, sehingga† tidak bisa menggunakan hak pilihnya,” ujar Ketua Bawaslu Blora, Lulus Mariyonan, Rabu (17/4).

Catatan lainnya yang ditemukan Bawaslu pemilih di Rutan Blora dimana C-6 (surat pemberitahuan) tidak diserahkan kepada pemilih. Pembukaan TPS juga molor sehingga berdampak pada penghitungan suara. Kemudian juga di RSUD Blora ada komplain dari pemilih yang sebagian besar dokter coas dan penggunaan kotak suara kardus air mineral. ”Sejumlah dokter tersebut tidak bisa memilih karena A-5 belum beres,” katanya.

Konfirmasi KPU

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora, M Khamdun menyatakan, secara umum pelaksanaan Pemilu berlangsung lancar.

Terkait adanya surat suara yang kurang di TPS, menurut dia, bisa langsung dipenuhi dengan mendatangkan surat suara dari TPS terdekat yang surat suara lebih. Dia menjelaskan, saat packing logistik beberapa hari lalu, semua petugas telah berupaya menyiapkan logistik seperti suarat suara sesuai kebutuhan.

Namun bisa saja terjadi surat suara yang lebih di satu TPS namun ada juga yang kurang. Sementara terkait pemilih yang menunjukan E-KTP namun tidak bisa menggunakan hak pilihnya, dia menjelaskan bahwa E-KTP bisa dipakai oleh pemilih di TPS yang lokasi sesuai domisili pemilih.

Adapun pemilih yang pindah lokasi TPS, sebelumnya telah mengurus kepindahan itu dalam kurun waktu yang telah ditentukan dan telah mengantongi formulir A5. Sedangkan terkait penggunaan kardus air mineral sebagai kotak suara di RSU Blora, menurut dia, diperbolehkan.

Sebab, TPS di RSU Blora merupakan TPS penyangga. Adapun yang terkait dengan surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih (C- 6) yang belum diberikan kepada sejumlah pemilih di Rutan Blora, pihaknya telah menyerahkan surat itu ke kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Rutan beberapa hari sebelum Pemilu.

”Sebenarnya surat pemberitahuan C-6 itu bukan syarat utama. Namun begitu, KPPS harus menyampaikannya ke pemilih. Pemilih tetap bisa mencoblos meski belum mendapat C-6 yakni dengan menunjukan E-KTP dan namanya telah tercantum dalam DPT di TPS tersebut,” jelasnya. (H18- 63)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar