GIZI ANAK

Siswa di Pegunungan Diajak Gemar Makan Ikan

PATI - Beragam upaya ditempuh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten (Dislautkan) Pati dalam menggerakkan masyarakat untuk gemar makan ikan. Gerakan yang biasa disebut Gemari itu semakin masif dilakukan, bahkan menyasar ke sekolah di wilayah pegunungan.

Langkah tersebut seperti tercermin dalam pelaksanaan promosi Gemari di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, Senin (15/4). Sebanyak 100 siswa dan guru madrasah tersebut terlibat dalam sosialisasi.

Mereka bukan sebatas diajak untuk gemar mengonsumsi ikan. Peserta juga diberikan pemahaman berupa pengenalan ikan, berapa banyak harus makan ikan, serta manfaat mengonsumsi ikan.

”Anak-anak antusias saat kami berikan pengetahuan tentang manfaat makan ikan. Pengetahuan itu kami harapkan dapat semakin menggugah minat mengonsumsi ikan demi masa depan mereka,” ujar Kepala Dislautkan Pati Edi Martanto.

Dia mengemukakan, kampanye Gemari terus diperluas dan diintensifkan. Tujuannya agar angka konsumsi makan ikan masyarakat di Kabupaten Pati meningkat. Upaya promosi Gemari, lanjut Edi, telah menunjukkan perkembangan menggembirakan. Angka konsumsi ikan di Bumi Mina Tani terus mengalalami kenaikan.

Konsumsi Ikan

Pada 2017 angka konsumsi ikan di Pati sebanyak 40,28 kg perkapita. Adapun angka konsumsi makan ikan Kabupaten Pati 2018 masih dalam tahap penghitungan oleh Badan Pusat Statistik. ”Angka konsumsi ikan di Kabupaten Pati tertinggi di Jawa Tengah.

Namun, angka itu masih di bawah target Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2018, yakni sebesar 50,8 kilogram perkapita,” jelasnya. Tidak sebatas itu, Dislautkan juga menempuh upaya lain dalam peningkatan konsumsi makan ikan.

Antara lain dengan menggelar pelatihan pengolah dan pemasar ikan untuk menghasilkan inovasi dan diversifikasi olahan ikan. Sedangkan khusus untuk promosi Gemari digencarkan dengan sasaran anak sekolah pada tingkat TK dan SD, terutama untuk wilayah pegunungan.

Sejalan dengan itu, kampanye dengan sasaran masyarakat secara umum ditempuh melalui sejumlah event, antara lain car free day setiap dua pekan sekali. Promosi dan sosialisasi kepada masyarakat difokuskan pada pentingnya mengonsumsi ikan.

Edi mengungkapkan, komoditas perikanan memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan nutrisi masyarakat. Karenanya, komposisi menu keluarga harus mencakup ikan setiap harinya, baik berupa ikan segar maupun diversifikasi olahan ikan.

”Kalau menu ikan selalu tersedia maka angka konsumsi makan ikan semakin meningkat dan dapat mewujudkan masyarakat Pati yang sehat, kuat, dan cerdas,” tandasnya. (H49-30)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar