• KANAL BERITA

Tiga Dosen FTIK USM Kenalkan IoT ke Generasi Muda

foto: suaramerdeka.com/dok
foto: suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Internet of Things atau yang sering kita sebut IoT adalah sebuah konsep yang memiliki tujuan memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Istilah Internet of Things (IoT) ini muncul sejak beberapa tahun yang lalu sejak perangkat elektronik mulai memiliki kemampuan untuk dapat dikendalikan dari jarak jauh. Cepatnya laju perkembangan teknologi saat ini semakin membuka lebar konsep IoT untuk dikenalkan ke masyarakat luas khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.

Pengenalan IoT kepada generasi muda dilakukan oleh tiga orang Dosen Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarkat yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Semarang baru-baru ini. Ketiga dosen tersebut yaitu Saifur Rohman Cholil, Rastri Prathivi dan Nur Wakhidah.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pembukaan, sesi pengenalan dan penggunaan IoT yang populer saat ini dalam kehidupan sehari-hari. "Teknologi Internet membuat semua hal saling terhubung, dan dapat saling bertukar informasi. Seiring berjalannya waktu, kini hampir semua orang, baik itu yang berusia muda, tua, bahkan dari semua kalangan dapat mengakses Internet. Sebagian orang mengira bahwa perangkat elektronik yang dapat terhubung ke Internet adalah smartphone, tablet, desktop pc, dan laptop saja. Padahal tidak, sekarang ini dapat kita jumpai kulkas, televisi, dan konsol game canggih yang bisa terhubung ke Internet dengan bantuan sensor dan lain sebagainya," jelas Cholil, dalam penyampaian materinya.

Sesi kedua menjelaskan tentang manfaat IoT untuk kehidupan sehari-hari. "Beberapa manfaat dari penggunaan IoT di antaranya adalah untuk mempermudah menemukan informasi. Contohnya, smartphone dapat terhubung dengan komputer desktop untuk mengirim file, smartwatch dapat mengirim foto ke televisi, dan mungkin saja sepeda yang digunakan sehari-hari akan dapat mengirimkan data rute yang telah ditempuh ke smartphone. Manfaat yang lain yaitu setiap perangkat juga dapat dikendalikan secara remote melalui perangkat yang lain. Sehingga tidak lama lagi, smartwatch yang kita punya akan mampu menonaktifkan kunci keamanan rumah setiap kali kita pulang," terang Vivi.

Sesi ketiga yaitu memperkenalkan alat IoT dari hasil karya Tugas Akhir Masiswa FTIK kepada para siswa SMA Negeri 2 Semarang. Pada sesi ini didemontrasikan alat untuk presensi kehadiran siswa di sekolah dengan cara deteksi wajah. "Hasil karya mahasiswa laiinya yaitu sebuah alat untuk menutup dan membuka pintu otomatis menggunakan sensor dan dikendalikan oleh perangkat android," terang Ida.


(Red/CN40/SM Network)