• KANAL BERITA

Badan Otorita Borobudur Susun Pariwisata Terpadu

Jajaran pimpinan Badan Otorita Borobudur (BOB) ketika meninjau lokasi wisata alam di Glamping De Loano sebagai bagian wisata terpadu yang tak jauh dari Candi Borobudur.(suaramerdeka.com/dok)
Jajaran pimpinan Badan Otorita Borobudur (BOB) ketika meninjau lokasi wisata alam di Glamping De Loano sebagai bagian wisata terpadu yang tak jauh dari Candi Borobudur.(suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Otorita Borobudur (BOB) mendorong perkembangan dunia pariwisata supaya semakin jelas dengan mendorong terbentuknya integrated tourism masterplan atau pariwisata terpadu. Lembaga itu bekerja sama dengan sejumlah pihak antara lain konsultan Bank Dunia dibantu UGM.

Kalau mau ke Candi Borobudur itu naik pesawat turun di Yogya,

Ada banyak hotel di kota Yogya, silahkan pilih.

Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB, Bisma Jatmika, mengungkapkan hal tersebut, kemarin. Pihaknya terus melakukan berbagai langkah strategis mewujudkan pariwisata yang terpadu untuk perkembangan perekonomian masyarakat.

''Berdasarkan susunan rencana yang sudah berjalan, ada beberapa rekomendasi dari konsultan. Beberapa hal yang memang bisa kejar duluan sebelum laporan selesai,'' jelas Bisma.

Ia mencontohkan kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah sedang berusaha menjadi world heritage city dan Gunungkidul, DIY sedang mempersiapkan masterplan Gunungsewu yang dibantu Kementerian Pariwisata. Ia juga mengajak tour and travel untuk segera mewujudkan berbagai destinasi menjadi produk yang dapat dinikmati.

Tangkap Peluang

Bisma juga memberi contoh ketika wisatawan ingin mengambil paket menginap tiga hari dua malam dengan tema heritage, mereka bisa diarahkan ke Borobudur, Prambanan dan Kota Lama Semarang. Mereka bisa melihat candi Budha terbesar di dunia, kemudian ke candi Hindu terbesar, lalu kuliner ke Solo dan berakhir di Kota Lama Semarang menikmati bangunan kolonial.

Menurutnya, hal itulah yang tengah diupayakan sehingga Kementerian Pariwisata dan dunia industri pariwisata bisa menjual produk wisata dengan cepat ke luar negeri. Pasalnya perkembangan pariwisata juga sangat pesat. Ia menggambarkan di dunia ada dua miliar turis yang sangat potensial berkunjung ke Indonesia. Industri pariwisata nasional harus bisa menangkap peluang tersebut.

Selain itu, sangat penting memikirkan posisi Yogyakartya, Solo dan Semarang (Joglosemar) terhadap destinasi internasional di tingkat regional ASEAN, Asia dan dunia. Mengenai posisi, ia mengatakan jika Joglosemar memosisikan lebih tinggi dari destinasi internasional, hal itu harus diimbangi dengan infrastruktur, akomodasi, fasilitas meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) dan hotel yang memadai.
    
''Integrated tourism masterplan bisa menjadi pegangan semua pemangku kepentingan yang mengambil kebijakan dan strategi yang bergerak di bidang bisnis, masyarakat, komunitas, hingga akademisi. Semuanya nanti bisa memakai dokumen itu sebagai payung perencanaan,'' pungkasnya.


(Agung Priyo Wicaksono/CN40/SM Network)