• KANAL BERITA

Eskplorasi Musikal Sarat Makna

Festival Buku dan Musik MocoSik

Vokalis band Dialog Dini Hari, Dadang Pranoto tampil membawakan album baru “Parahidup” di Festival Buku dan Musik tahunan, MocoSik yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Dini Failasufa)
Vokalis band Dialog Dini Hari, Dadang Pranoto tampil membawakan album baru “Parahidup” di Festival Buku dan Musik tahunan, MocoSik yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Dini Failasufa)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Ajang Festival Buku dan Musik “MocoSik” kembali digelar di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul. Tahun ini merupakan tahun ketiga dan berlangsung selama tiga hari yakni dari Jumat (23/8) hingga Minggu (25/8).

Puluhan penerbit, penulis, seniman, tokoh dan musisi menjadi bagian dari acara tersebut. Salah satu di antaranya adalah band asal Bali, Dialog Dini Hari (DDH) yang baru saja merilis album barunya pada Juli lalu.

“Sedikit terbuai seusai album Tentang Rumahku yang usianya cukup  panjang, akhirnya lahir juga anak baru kami, Parahidup. Proses rekaman dilakukan dari September hingga OKtober 2018,” jelas vokalis DDH, Dadang ‘Dankie’ Pranoto.

Jeda lima tahun dari album sebelumnya, band yangg digawanggi oleh Brozio Orah (basis), Dadang Pranoto (vokalis dan gitaris), dan Deny Surya (drummer/perkusi) menyuguhkan nuansa yang menyegarkan dengan eksplorasi musikal dan sarat makna di masing-masing lagu. Seluruh lagu ditulis Dadang, kecuali Jerit Sisan dan Hyena yang dibantu oleh Ulan Sabit.

Tiga dari 11 lagu dalam album baru yakni Cahaya Perkasa, Jerit Sisa, dan Hidup dipersembahkan di panggung MocoSik, kemarin. Dadang mengungkapkan bahwa Yogyakarta selalu memberikan energi yang memompa DDH untuk terus berkreasi.

“Buku dan musik punya konektivitas tinggi. Sebab untuk memunculkan ide, buku sering dibutuhkan untuk mengilhami diri. Knowledge is the key,” tutur Dadang atau yang akrab disapa Pohon Tua.

Di tengah pertunjukkan, lagu Aku Adalah Kamu milik DDH dibawakan bersama putra penyair ternama Wiji Thukul, Fajar Merah.  Sontak pengunjung bersorai riuh saat nama Fajar dipanggil dan menendangkan lagu.


(Dini Failasufa/CN40/SM Network)