panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 Mei 2014 | 16:51 wib
Mengenang Kembali Gaya Pengantin Semarangan
image

PENGANTIN SEMARANGAN: Camat Banyumanik Kukuh Sudarmanto beserta isterinya Anisa Kukuh selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Banyumanik mengapit juara favorit Festival Pengantin Semarangan di aula kantor kecamatan. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kota Semarang yang juga ibukota Jateng seakan telah melupakan prosesi pernikahan gaya pengantin Semarangan.Banyak di antara mereka yang memilih melangsungkan pernikahan dengan gaya pengantin ala Solo dan Yogyakarta. 

Padahal, pengantin Semarangan memiliki ciri khas tersendiri yang juga penggabungan antara budaya Jawa, Arab, dan Tiongkok. Mereka ini bisa mengenakan jilbab, sarung tangan, dan pedang layaknya Laksamana Cheng Ho. 

Guna mengingatkan kembali pakaian tersebut, Kecamatan Banyumanik menggelar Festival Pengantin Semarangan yang digelar di aula kantor kecamatan, Jl Prof Soedarto, Tembalang, Semarang. 

Festival ini diikuti sekitar 17 pasangan pengantin yang merupakan perwakilan dari 11 kelurahan, kecamatan, serta SKPD di wilayah kecamatan setempat. Camat Banyumanik Kukuh Sudarmanto menyatakan, gaya pengantin Semarangan ini kurang diperhatikan warga Kota Semarang.

"Tujuan digelarnya festival ini untuk mengenang kembali gaya pengantin Semarangan yang semakin kurang diperhatikan masyarakat Kota Semarang. Ini sekaligus mendorong masyarakat untuk mau mengangkat kembali kejayaan budaya pengantin Semarangan tempo dulu," tandasnya. 

Festival ini digelar Tim Penggerak PKK Kecamatan Banyumanik bekerja sama dengan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI). Ajang ini hanya menentukan satu pasangan favorit yang akhirnya direbut pasangan asal Kecamatan Banyumanik.

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Banyumanik, Anisa Kukuh menyatakan, sebelum menggelar Festival Pengantin Semarangan, PKK juga menyelenggarakan lomba makanan Ganjel Rel. 

Makanan seperti ini sudah mulai langka, sehingga perlu didorong dalam berbagai even agar kembali terangkat. Jika makanan khas itu dapat dibuat menarik dengan citarasa tersendiri, ini bisa mendorong wisatawan masuk ke Kota Lunpia. 

Sebagaimana diketahui, Ganjel Rel ini merupakan roti berwarna cokelat dengan taburan wijen di atasnya. Salah satu makanan khas Semarang ini rasanya manis, menggunakan pemanis dan beraroma kayu manis yang menjadikan lidah bergoyang. 

Dalam lomba itu, tampil sebagai juara I ialah Kelurahan Banyumanik, selanjutnya juara II dan III masing-masing direbut Kelurahan Srondol Wetan dan Kelurahan Pudakpayung.

(Royce Wijaya/CN19)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
27 Agustus 2014 | 12:33 wib
Dibaca: 82732
image
18 Agustus 2014 | 11:47 wib
Dibaca: 71572
image
06 Agustus 2014 | 11:32 wib
Dibaca: 67778
image
26 Juli 2014 | 17:36 wib
Dibaca: 63933
image
08 Juli 2014 | 12:15 wib
Dibaca: 69037
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER