panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
04 Februari 2012 | 10:47 wib
Karir Sukses, Wanita Muda Pilih Melajang
image

WANITA lajang yang sukses dalam pencapaian karirnya, cenderung lebih senang menunda untuk menikah. Mereka menolak dihujani pertanyaan seputar, "kapan menikah?". Pertanyaan yang seolah menjadi pertanyaan wajib dilontarkan setiap kali bertemu dengan banyak orang, dan mereka mungkin saja merasa tersiksa dengan pertanyaan tersebut.

Lantas, faktor apa saja yang melatarbelakangi munculnya fenomena ini pada kebanyakan wanita melajang yang sukses berkarir? Dalam mengambil keputusan, mereka sangat mempertimbangkan faktor pengalaman hidupnya. Sebuah kenangan karena pernah disakiti pasangan bisa demikin membekas dan akhirnya membuat para wanita karir itu setia dengan status lajang mereka.

"Ditambah lagi, mereka merasa sangat mandiri, mampu berdiri di atas kaki mereka sendiri, dan seolah tidak membutuhkan pasangan dalam hidupnya," ujar Fara Dwi Andjarsari, SPsi, M. Psi, Psi, pengajar psikologi di UPI YAI, seperti dilansir dari Fimela.com.

Ada banyak target, impian dan cita-cita yang masih ingin diwujudkan seorang wanita karir yang menunda menikah. Ya, faktor pergeseran nilai dan luasnya kesempatan diluar sana untuk berkembang menjadi alasan wanita karir enggan terlalu cepat berkomitmen.

"Saya masih muda, ada banyak hal yang ingin saya wujudkan. Ada juga keinginan melanjutkan pendidikan lagi. Namun, soal hubungan serius dengan pria, bukan berarti saya menolak, hanya saja saya ingin lebih fokus pada karir saya terlebih dulu," ujar Meta, jurnalis, berusia 23 tahun.

Masyarakat urban memiliki banyak kesempatan untuk terus mengembangkan diri. Inilah alasan kebanyakan wanita karir lantas ingin tetap fokus pada pertumbuhan karir dan pribadinya, ungkap Fara.

Jika dulu banyak wanita menikah muda karena sikap orang tua yang over protective. Anak cepat-cepat dinikahkan dengan alasan menghindari hal-hal yang merusak masa depan, seperti hamil di luar nikah atau menjadi perawan tua, kini, di jaman yang terus maju dan berkembang, hal tersebut tak lagi berlaku.

"Perempuan yang menikah pada umur 24—26 sering dianggap menikah usia muda karena memang banyaknya peluang yang bisa dijalani oleh perempuan untuk mengembangkan karir dan pendidikan mereka. Sehingga banyak yang berpikiran enggan berkomitmen dan menikah sebelum mereka bisa mapan,” ujar Fara.

Namun, ini bukan sebuah harga mati bagi wanita karir, muda usia, untuk tetap setia melajang. "Jika kesiapan emosi dan materi telah siap, kenapa tidak jika saya memutuskan untuk menikah muda. Saya pikir karir saya tidak akan terhenti meski saya telah menikah nanti," ujar Lia, customer service sebuah bank swasta.

Sebuah keputusan setiap pribadi untuk tetap setia melajang atau menikah, semuanya akan dikembalikan pada tujuan awal setiap masing-masing pribadi. Tentunya tidak pula berlaku hukum benar atau salah dalam setiap pengambilan keputusan apapun itu, karena semuanya kembali pada prinsip hidup setiap pribadi yang pastinya berbeda.

(maya/fml/CN19)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
27 Agustus 2014 | 12:33 wib
Dibaca: 12186
image
18 Agustus 2014 | 11:47 wib
Dibaca: 14760
image
06 Agustus 2014 | 11:32 wib
Dibaca: 16206
image
26 Juli 2014 | 17:36 wib
Dibaca: 16844
image
08 Juli 2014 | 12:15 wib
Dibaca: 20801
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER