panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 November 2011 | 08:46 wib
Alkohol dalam Produk Kecantikan, Amankah?
image

Photo is taken from beauty.lovelyish.com

ADA beberapa jenis alkohol yang terkandung dalam kosmetik atau produk perawatan kulit. Namun, tahukan Anda, kebanyakan dari kandungan alkohol tersebut justru bisa memberikan efek buruk bagi kulit?

Alkohol dapat membuat kulit mengering, teriritasi dan menimbulkan peradangan. Konon, alkohol juga meningkatkan produksi minyak pada wajah sehingga memacu munculnya jerawat lebih banyak.

Akibat mengeringnya lapisan kulit karena kandungan alkohol dalam produk kecantikan bisa menganggu kemampuan alami kulit untuk berganti kulit dengan baik, selain pula membuat pori-pori kulit tersumbat sehingga menyebabkan kulit mengeriput.

Agar kosmetik atau produk perawatan kulit Anda aman digunakan, sebaiknya perhatikan kandungan alkohol dalam produk tersebut sebelum membelinya. Hindari produk-produk perawatan kulit yang mengandung SD Alcohol, Alcohol, Ethanol, Ethyl Alcohol, Methanol, Benzyl alcohol, Isopropyl Alcohol, atau Alcohol Denatured.

Jenis-jenis alkohol yang tersebut diatas cenderung membuat kulit mengering. Namun, tak semua jenis alkohol memiliki efek yang sama. Beberapa diantaranya aman untuk digunakan.

Sebuah produk yang berlabel "bebas alkohol" biasanya bebas dari alkohol keras tetapi kemungkinan besar mengandung alkohol lemak. Aman digunakan karena tidak menimbulkan iritasi pada kukit.

Jenis alkohol ini biasanya ditemukan pada stearil alcohol, cetyl alcohol, cetearyl alcohol, dan lanolin alcohol, yang biasanya digunakan sebagai kandungan dalam pelembab.

Stearil Alcohol

Stearil Alcohol adalah alkohol lemak yang umumnya tidak merusak kulit, tidak seperti alkohol jenis lainnya yang berbasis kimia. Stearil alkohol dihasilkan dari minyak kelapa. Dalam produk perawatan kulit, berfungsi sebagai pengemulsi (emulsifier) dan emolien.

Emulsifier adalah suatu senyawa yang digunakan sebagai pengikat minyak dan cairan dalam produk. Hal ini membuat minyak dan cairan terikat kuat. Emulsi juga berfungsi menghasilkan busa pada produk sabun.

Sementara emolien pada stearil alkohol berfungsi untuk melembutkan dan melembabkan kulit. Stearil alkohol biasanya ditemukan dalam produk seperti krim, pelumas, pendingin, dan obat perontok.
 
Setil Alcohol, Ceteary Alcohol, Setostearyl Alcohol dan Setil Alcohol 40

Adalah jenis alkohol yang berasal dari minyak sawit, minyak kelapa juga biji-bijian. Bentuknya cair dan berfungsi sebagai pengelmusi dan memadatkan (untuk produk cair).

Lanolin Alcohol

Adalah suatu emolien (pelembab) yang berasal dari wol domba. Bentuknya cair atau lilin yang dapat difungsikan juga sebagai salah satu bahan utama produk perawatan kulit.

Namun, sebelum menggunakannya, berkonsultasilah dengan dokter kulit jika Anda alergi dengan produk yang berasal dari domba.

Low molecular weight alcohol

Alkohol molekur rendah ini juga dapat digunakan dalam produk perawatan kulit. Alkohol jenis ini biasanya memiliki kecenderungan menguap lebih cepat di kulit sehingga membuat kulit kering. Namun, jangan cemas, alkhol ini masih aman untuk kulit Anda.

(maya/CN19)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
25 Mei 2012 | 08:22 wib
Dibaca: 668
image
23 Mei 2012 | 10:55 wib
Dibaca: 422
image
21 Mei 2012 | 10:43 wib
Dibaca: 1169
image
18 Mei 2012 | 09:50 wib
Dibaca: 2515
image
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER