panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 Oktober 2011 | 08:45 wib
Bos Wanita Hancurkan Karir Anda?
image

JIKA bos Anda wanita, jangan pernah berharap karir Anda akan melejit. Menurut sebuah studi yang pernah dilakukan, bos wanita bagai sang ratu lebah, menyengatmu, tanpa rasa belas kasih.

Saat wawancara kerja, Anda dan dia, sang bos wanita bertemu untuk pertama kalinya. Tak disangka, Anda diterima, bekerjasama dengannya. Bahkan Anda siap untuk memberikan yang terbaik di hari pertama Anda bekerja. Namun, seiring berjalannya waktu, kenyamanan bekerja itu sudah tak lagi Anda dapatkan.

Selama beberapa bulan berikutnya, Anda mulai menyadari, sang ratu lebah, bos Anda tersebut ternyata kerap menjegal dan meremehkan potensi Anda. Para peneliti di Universitas Leiden di Belanda pun mencoba menjawab fenomena ini. Penelitian dilakukan terhadap wanita yang memiliki posisi tinggi di dalam perusahaan. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana peran gender terkait hubungan mereka dengan bawahannya.

Konflik itu begitu kentara manakala pekerja wanita yang berada di tingkat manajerial teratas menemukan diri mereka dalam lingkungan yang didominasi pria, terutama jika dalam lingkungan kerja tersebut, sikap seksis terhadap wanita begitu kuat.

Inilah yang lalu menciptakan budaya kerja, bersikap bertahan ditengah deraan bahwa pria lebih kuat daripada wanita. Sehingga kebanyakan para pekerja wanita di level manajerial tersebut lantas mengadopsi sifat laki-laki, termasuk sikap seksis, mencoba apatis atau tidak peduli dengan bawahannya, rekan kerja sesama wanita.

Keinginan menyelaraskan diri dengan laki-laki seperti halnya bicara emansipasi dan kesetaraan gender, para pekerja wanita lalu tumbuh menjadi sosok yang maju dalam budaya seksis. Namun, ditengah deraan pengaruh gender terhadap kekuasaan di tempat kerja yang begitu kentara tersebut, ujung-ujungnya mereka malah bersikap kritis terhadap sesama pekerja wanita yang berada dalam level rendah.

Namun, disisi lain, seorang manajer perempuan yang tidak menjadi korban mentalitas seperti kasus di atas lebih memungkinkan bersikap melindungi terhadap sesama pekerja perempuan. "Mereka yang menunjukkan identitas sebagai wanita kuat namun menolak menggambarkan kepemimpinan mereka dalam hal maskulinitas sangat jarang melemahkan wanita di sekitar mereka," seperti dilansir dari Walletpop Inggris.

Ya, tentu saja tak semua manajer perempuan memiliki sikap mendominasi, karena sikap tersebut sangat bergantung pada budaya kerja yang tumbuh di lingkungan kerja mereka masing-masing. Namun, pada kasus yang lain, ada juga beberapa manajer perempuan yang memilih bersikap arogan dan mendominasi, dengan alasan ingin tetap mempertahankan gelar mereka sebagai si ratu lebah yang menyengat.

 

(maya/CN19)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
25 Mei 2012 | 08:22 wib
Dibaca: 668
image
23 Mei 2012 | 10:55 wib
Dibaca: 422
image
21 Mei 2012 | 10:43 wib
Dibaca: 1168
image
18 Mei 2012 | 09:50 wib
Dibaca: 2514
image
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER