panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 April 2011 | 08:08 wib
Perselingkuhan, Perlukah Dimaafkan?
image

Oleh Er Maya Nugroho

Memaafkan sebuah perselingkuhan yang dilakukan pasangan adalah pekerjaan maha berat, tapi bukan tidak mungkin jika Anda memiliki hati seluas samudera. Berdamai dengan masa lalu, bersedia memaafkan, dan sama-sama bangkit memperbaiki yang pernah retak.

Karena, "kemarahanmu boleh saja bersemayam di hati, namun tak boleh berlama-lama kau biarkan menggerogoti jiwamu. Endapkan marah itu, dan biarkan ia mati disana, tak perlu lagi kau bangkitkan, karena hanya akan menambah bebanmu saja.."

Begitulah seorang kawan bijak memberi advice-nya untuk seorang sahabat yang merasa hancur, karena baru saja mengetahui pengkhianatan yang dilakukan pasangannya. Dalam sejarahnya, wanita yang mampu memaafkan peselingkuhan, biasanya memiliki alasan lain di luar cinta yang terkhianati pasangannya.

Ia tak boleh sekedar memanjakan ego, karena kehormatan di mata masyarakat baginya haruslah tetap dijunjung tinggi. Hingga ia bersedia merelakan pasangannya berbagi tubuh dengan yang lain, karena ia merasa tak mampu memenuhi hasrat prianya yang tak mampu ia penuhi. Pun, dalam kodratnya semata sebagai "konco wingking", ia tak berani maju ke depan, dan lebih memilih tegar dalam diamnya, bersedia dimadu dan ikhlas melepaskan miliknya menjadi milik wanita lain.

Bercermin pada skandal Bill Clinton dan Monica Lewinsky. Skandal yang sempat menggemparkan Amerika dan bahkan menjadi konsumsi warga dunia itu akhirnya mereda. Bukan karena pengakuan Bill Clinton atau Monica Lewinsky, tapi lebih pada kerendahan hati seorang Hillary Clinton yang bersedia memberi maafnya untuk sang suami.

Ya, memaafkan perselingkuhan demi menyelamatkan bahtera "penikahan" yang hampir karam adalah sebuah pembuktian bagi siapapun yang mengalaminya, bahwa ia telah berhasil menyingkirkan ego, merasionalisasikan amarah, sakit hati juga perasaan negatif yang menyertai langkah hidupnya.

Namun, semuanya kembali pada masing-masing individu, sebatas mana ketahanan, kesabaran dan toleransi yang mereka miliki dalam menghadapi suatu masalah. Karena tidaklah sama antar individu dan tidak bisa disamakan ataupun menyamakan satu dengan yang lainnya.

Larry A. Bugen Ph.D, penulis "Stuck On Me", mengungkapkan,"Jika Anda telah memutuskan untuk tetap bersama dengan pasangan meski ia telah berselingkuh, sebaiknya Anda harus benar-benar telah memaafkannya. Tak perlu hidup Anda dipenuhi kecurigaan, amarah dan juga kepahitan hidup,".

Untuk menemukan kembali cinta yang hilang paska perselingkuhan, Larry menawarkan nasehat bijaknya bagi Anda yang masih ingin "move on" setelah pengkhianatan menyakitkan itu terjadi.

1. Pengampunan

Perselingkuhan apapun itu, entah sekedar "cinta satu malam" tanpa melibatkan emosi dan perasaan (no hard feeling), atau telah jauh melibatkan fisik dan emosi yang terkuras untuk seseorang berstatus "pacar gelap", semuanya tentu terasa menyakitkan untuk diingat dan dimaafkan.

Namun, tak ada yang tidak bisa dimaafkan ketika Anda bersedia membuka hati, berbicara dari hati ke hati dengannya. Saat itulah Anda berkesempatan menguak tabirnya, bahwa benar, kekurangan dan ketidaksempurnaan selalu menjadi penyebab berjangkitnya penyakit selingkuh. Hanya karena seseorang lain di luar sana dirasa lebih mampu menutupi "cacat" itu, kekurangan itu.

"Matikan saja rasa sakit yang mengendap di dasar hati," seperti nasehat seorang kawan bijak, toh ia telah bersedia mengambil risiko atas tindakan menyakiti hati Anda, mau mengakui dan jantan meminta maaf. Pun, ia kembali tersadar dan mau belajar dari kesalahannya. Bahkan ia ingin memberikan waktunya untuk membuktikan diri, ia masih layak dipercaya.

Dan seiring kata maaf yang bergulir dari bibirnya, sejatinya Anda telah memberikan pengampunan itu, obat terampuh untuk menyembuhkan luka hati.

2. Empati

Kesediaan Anda memaafkan pengkhianatan yang dilakukannya, sejatinya adalah penunjukan sikap bijak Anda yang mencoba berempati kepadanya. Sebuah usaha menempatkan diri Anda pada posisinya, memahami juga perasaannya, bahwa benar tak ada manusia yang sempurna.

Nobody is perfect, seperti sebuah ungkapan lama, Ia, atau Anda adalah pribadi-pribadi yang pasti sarat dengan kekurangan. Ia atau Anda pernah khilaf dan lalu tersadar lantas menemukan jalan pulang, kembali menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Pemulihan

Seberapa cepat Anda pulih dari rasa sakit hati karena dikhianati sangat tergantung dari kesediaan Anda untuk bangkit dari keterpurukan, menatap masa depan dan berdamai dengan masa lalu. Jadi, pastikan Anda meninggalkan dulu semua sakit itu di belakang dan berilah jeda untuk pulih dan membangun kembali kepercayaan diri terhadapnya. Niscaya, pemulihan itu akan membawa Anda pada perubahan ke arah yang lebih baik.

So, are you ready to move on after betrayal?

(maya/CN19)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
08 Juli 2014 | 12:15 wib
Dibaca: 1197
image
20 Juni 2014 | 22:27 wib
Dibaca: 4695
image
12 Juni 2014 | 12:18 wib
Dibaca: 7346
image
29 Mei 2014 | 15:32 wib
Dibaca: 8761
image
26 Mei 2014 | 12:40 wib
Dibaca: 10858
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER