
Sudah berbulan-bulan lamanya Anda dan pasangan mempersiapkan rencana pesta pernikahan, dan gelaran pesta meriah itu akhirnya berjalan lancar. Gaun pengantin lalu tersimpan rapi dan menjadi gaun kenangan yang unforgettable. Kehidupan baru sebagai pasangan hidup pun telah siap menanti Anda dan pasangan.
Namun ternyata beberapa dari pasangan pengantin baru harus menghadapi postwedding blues. Sebuah perasaan hampa dan kehilangan pasca pernikahan. Jangan khawatir, itu bagian normal dari sebuah proses pernikahan. Jangan dulu merasa 'down' saat menghadapinya. Perasaan dan kondisi ini biasanya hanya terjadi sesaat di awal-awal masa pengantin baru.
Petunjuk berikut ini mungkin bisa membantu Anda mengatasi post-wedding blues sehingga Anda kembali bergairah dan menikmati bagian terbaik dari pengalaman setelah menikah.
Be realistis
Berpikirlah mengenai harapan Anda dari kehidupan pernikahan sebelum Anda sampai pada tahap pelaksanannya. Berbagilah harapan dengan pasangan tentang impian rumah tangga yang ingin Anda dan pasangan wujudkan bersama.
Go back normal life
Hari-hari mempersiapkan gelaran resepsi pernikahan Anda adalah hari yang menyibukkan, dan setelah itu semua pikirkan cara untuk mengisi waktu senggang Anda. Jangan sampai Anda terjebak dalam kebosanan setelah menikah. Meski sudah memiliki pasangan bukan berarti Anda tidak dapat lagi bergaul dengan keluarga atau teman, menonton film bersama mereka dan kegiatan bersosialisasi lainnya. Jadikanlah hidup Anda kembali normal, setidaknya sama normalnya dengan sebelum Anda menikah.
Mengenang kenangan
Momen menikah seharusnya bisa terkenang dalam kehidupan pernikahan Anda sepanjang masa. Kenanglah momen-momen bahagia dan bersejarah itu lewat foto-foto pernikahan Anda. Kumpulkan dan susun foto-foto pernikahan Anda ke dalam satu paket album. Jadikan ini proyek berdua bersama pasangan. Ini justru bisa menjadi kesempatan bagi Anda dan pasangan menyusun kembali kenangan indah bersama.
Enjoy yourself
Nikmatilah semangat hidup baru bersama pasangan dan status pernikahan yang Anda dapat. Namun mungkin saja perpindahan fase dari hidup melajang dan lalu menikah bagi sebagian pasangan akan sedikit mengagetkan. Saran saya, jangan lupa untuk tetap memberi waktu untuk diri sendiri, ini kunci untuk memudahkan masa transisi itu. Anda bisa melakukan kesenangan pribadi tanpa bermaksud egois dengan diri sendiri. 'Me time' ini akan membantu Anda memperkuat rasa ke'saya'an daripada hanya ke'kita'an.
Curhat kepada teman
Merasa konyol atau tidak bersyukur atas kehidupan setelah menikah adalah normal. Memedamnya dalam diri justru memperburuk keadaan. Rencanakan kumpul bersama teman-teman, dan berbagilah cerita dengan mereka. Ini akan membantu meringankan beban pikiran Anda. Jangan lupakan juga untuk mengkomunikasikan unek-unek Anda kepada pasangan. Dalam diam Anda justru membuatnya frustasi, jadi lebih baik berbagilah dengan pasangan.