panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Desember 2009 | 09:40 wib
Seks dan High Heels
image

Sebagian wanita senang dan merasa seksi memakai sepatu hak tinggi (high heels). Tetapi dr. Irsan Lubis, seorang ahli syaraf dari RSU Dr. Pirngadi Medan mengingatkan kaum wanita agar berhati-hati terhadap gejala nyeri pinggang yang ditimbulkan akibat bersepatu hak tinggi.

Nyeri pinggang ini paling banyak terjadi sebagai akibat tubuh yang salah posisi (Mal Position). Semisal, posisi duduk atau posisi berdiri yang salah. Terlalu lama duduk berjam-jam di dalam mobil atau di lantai, berdiri dalam posisi miring atau bertumpu pada satu kaki untuk menyandarkan tubuh ke kiri/kanan atau ke belakang.

"Nyeri pinggang seperti ini biasanya baru diketahui setelah dua minggu dari terjadinya mal potition. Bahkan masyarakat sering mengidentikkan nyeri pinggang dengan gejala penyakit ginjal dan batu karang," ungkap Irsan.

High heels memang memiliki efek buruk yang telah diungkap banyak peneliti di negara maju. Bahkan dunia medis sama sekali tak berpihak pada sepatu hak tinggi ini, karena efeknya bisa menimbulkan kapalan (hammertoe) sampai dengan gejala schizophrenia. Ya, high heels yang notabene telah menjadi passion dari fashion dan gaya kaum hawa kini justru terlihat menyeramkan.

Namun ketakutan dampak buruk dari high heels coba ditepis dengan studi yang dilakukan Dr Maria Cerruto, seorang ahli urology asal Italia yang memberi keyakinan bagi kaum hawa, utamanya pengguna dan penyuka high heels.

Studi yang dilakukannya pada 66 wanita usia 50 tahun ke bawah dan pengguna sepatu berhak dengan sudut 15 derajat dan tinggi 2 inci (5 cm), justru memiliki postur tubuh yang sama baiknya dengan mereka yang lebih suka memakai sepatu bersol rendah dan sedikitnya mereka menunjukkan aktivitas elektrik pada otot dasar panggul.

Pada postur ini membuat otot dasar panggul berada dalam posisi optimal sehingga bisa memperbaiki kekuatan dan kemampuan saat berkontraksi. Sekedar iformasi, otot dasar panggul menjadi komponen penting pada tubuh wanita yang bisa memperbaiki performa dan kepuasan saat bercinta. Otot ini bahkan juga mendukung kinerja organ panggul seperti kandung kemih, otot perut dan kandungan.

Namun patut pula diperhatikan bahwa elastisitas otot dasar panggul akan mengendur dan melemah usai melahirkan dan seiring bertambahnya usia. Tentu saja dibutuhkan latihan rutin untuk kembali menguatkan otot dasar panggul.

"Wanita kerap kali merasa kesulitan melakukan olahraga dengan benar di daerah sekitar otot panggul, dan menggunakan sepatu hak tinggi bisa jadi solusi untuk masalah ini," jelas Dr Cerutto yang mengaku menyenangi bersepatu hak tinggi ini.

Sementara Gill Brook, ahli physiotherapist dari Bradford, menekankan bahwa sepatu stiletto (sepatu hak tinggi dan runcing dengan tinggi lebih dari 5 cm) belumlah dianggap bisa memperbaiki fungsi otot panggul.

"Namun, bagi wanita penggemar high heel, ini adalah penemuan yang menenangkan di balik kenyataan buruk medis yang tak pernah berpihak pada high heel, meski untuk mendukung kekuatan otot pinggul, Anda tetap harus melatih bagian terpenting tubuh wanita itu."

(prmpn/maya)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
25 Mei 2012 | 08:22 wib
Dibaca: 659
image
23 Mei 2012 | 10:55 wib
Dibaca: 422
image
21 Mei 2012 | 10:43 wib
Dibaca: 1166
image
18 Mei 2012 | 09:50 wib
Dibaca: 2511
image
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER