panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Mei 2009 | 05:07 wib
Memamerkan Kemesraan
image

Bagaimana reaksi Anda bila tiba-tiba memergoki sepasang kekasih sedang berciuman mesra di salah satu sudut tangga darurat sebuah pusat perbelanjaan? Kaget, risih, jengkel, atau malah justru malu.

Pasangan yang sedang dimabuk asmara memang sering kesulitan mengontrol emosinya. Mereka seakan tak kenal waktu, tempat, dan aturan yang berlaku di masyarakat. Di beberapa daerah, memang telah diberlakukan berbagai aturan tentang 'batasan' hubungan antara lawan jenis, terutama di kawasan publik. Namun, pelaksanaan aturan itu sendiri masih sering tercederai.

Anda bisa saja merasa risih memergoki pamer kemesraan pasangan sejoli di tempat umum. Tapi, bagaimana bila Anda yang kebetulan berada di posisi itu? Anda dan pasangan benar-benar sedang saling jatuh cinta, dan terdorong perasaan yang sangat kuat untuk selalu merapat dengannya di manapun berada. Lantas, bagaimana aturannya?

Meskipun Anda dan pasangan sudah berstatus resmi sebagai suami-istri, menampilkan kemesraan secara berlebihan di depan umum tetap tak bisa dibenarkan. Bila Anda kebetulan sangat bahagia karena sang suami membelikan Anda sepatu yang sudah lama Anda incar, jangan lantas memeluk dan menciuminya saat itu juga di depan penjaga toko. Cukup berikan senyum termanis Anda, dan simpan ciuman mesra itu hingga Anda berdua sampai di rumah.

Di Amerika, negara yang dikenal memiliki aturan lebih bebas, urusan pamer kemesraan ini juga masih dipermasalahkan. Charles Purdy, penulis Urban Etiquette: Marvelous Manners for the Modern Metropolis memberikan batasan, "Wajar-wajar saja kok bila ini dilakukan di tempat yang tepat. Asal tidak lebih dari bergandengan tangan, memeluk pinggang, atau mengecup bibir." Sedangkan, "Tindakan yang ekstrim seperti tangan menggerayang di bawah pakaian atau mengulum bibir, hanya membuat pasangan itu terlihat tidak dewasa atau mungkin sedang mabuk."

Menunjukkan kemesraan adalah hak pribadi setiap orang. Meski begitu, Anda harus tetap mempertimbangkan kenyamanan orang-orang di sekitar Anda. Intinya, Anda boleh saja menunjukkan kemesraan selama tak mengganggu orang lain.

Bergandengan tangan selama berjalan-jalan bersama pasangan, boleh lah. Merangkul pinggang pun masih bisa diterima. Tapi, hindari berpelukan berlama-lama dan mencium bibir pasangan di depan umum, bisa-bisa, Anda berdua malah digiring petugas Satpol PP karena dianggap mengganggu kenyamanan umum!

(AOL/dila)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
25 Mei 2012 | 08:22 wib
Dibaca: 668
image
23 Mei 2012 | 10:55 wib
Dibaca: 423
image
21 Mei 2012 | 10:43 wib
Dibaca: 1174
image
18 Mei 2012 | 09:50 wib
Dibaca: 2519
image
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER