panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Agustus 2014 | 06:49 wib
Emilio Audero Mulyadi, Pemain Juventus Berdarah Indonesia
Pilih Timnas Italia untuk Berkarier
image

Kehadiran Juventus ke Indonesia disambut meriah para fans. Mereka membawa pemain-pemain top seperti Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon, Paul Pogba, Carlos Teves, Fernando Llorente dan Giorgio Chiellini. Namun siapa sangka, satu dari 28 pemain yang diboyong adalah pesepak bola keturunan Indonesia. Ya, ia adalah Emilio Audero Mulyadi.


SEBELUM
Juventus menyambangi Jakarta, tak banyak yang tahu nama Emilio Audero Mulyadi. Namanya terlalu asing bagi Juventini Indonesia, sebutan fans Juve. Maklum, ia masih cukup muda dan belum pernah dimainkan di kompetisi reguler.  Jangankan bermain untuk tim, Emilio tak masuk hitungan pelatih ketika klub asal Turin itu berkompetisi.

Berposisi sebagai penjaga gawang, ia kalah dari para seniornya. Di tempat utama sudah ada Gianluigi Buffon, sedangkan kiper kedua dan ketiga milik Marco Strorari dan Rubinho. Praktis, di klub ia hanya jadi pelengkap saat latihan saja.

Nama Emilio mulai dikenal masyarakat setelah rombongan Juve menginjakkan kaki di Ibu Kota, 4 Agustus lalu. Sejumlah media pun turut memberitakan bahwa ia memang keturunan Indonesia.

Sayang, saat pertandingan lawan tim ISL Stars di Stadion GBK, Jakarta, Rabu malam, ia tak dipasang pelatih Massimiliano Allegri. Padahal Emil masuk line up pemain. Sebenarnya, penonton yang hadir di stadion ingin melihat pemain itu diturunkan.

Mereka sering berteriak Mulyadi..Mulyadi..Mulyadi dengan tujuan bisa tampil. Namun, posisi kiper tetap dipercayakan kepada  Buffon, selanjutnya diisi Marco Storari di babak kedua.

Emilio lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 18 Januari 1997. Ayahnya, Edy Mulyadi, seorang Warga Negara Indonesia (WNI), sedangkan sang ibu berkebangsaan Italia. Emil sempat tinggal di Indonesia selama dua tahun, sebelum akhirnya pada 2010 memilih pindah ke Italia.

Kendati lahir di Mataram, Emil mengaku tak tertarik memperkuat timnas Indonesia. Ia lebih memilih berkarier di Italia, bahkan sampai ke timnas senior Italia. Pertimbangan yang diambil memang cukup realistis mengingat sepak bola di Negeri Pizza cukup maju.

Berbeda dengan Indonesia yang sampai saat ini masih mengembangkan diri. "Saya hanya akan memperkuat tim nasional Italia," tutur Emil seperti dikutip Signora1897.com.

Tak banyak yang tahu aktivitas Emil selama berada di Jakarta. Nine Sports selaku promotor kedatangan Juve hanya menyebut aktivitas pemain muda itu tak beda jauh dengan pemain lain. Mereka berlatih, bertemu fans dan istirahat di dalam hotel. Tak ada satupun yang diizinkan mendatangi tempat wisata.

Jika merujuk pada tempat kelahiran Emil di Mataram, di sana banyak tempat wisata yang layak didatangi. Bahkan, Emil pernah menyebut sangat menyukai pantai di Lombok. "Saya sangat menyukai pantai-pantai yang ada di Indonesia. Pantai Selong Belanak di Lombok menjadi favorit saya karena sangat indah," katanya.

Seleksi

Meski pernah bermukim di Tanah Air, namun Emil tak memiliki paspor Indonesia. Ia didaftarkan oleh orang tuanya sebagai warga negara Italia. Tak salah jika keluarga Edy Mulyadi berpindah dari Mataram menuju Italia. Melihat bakat anaknya di sepak bola cukup gemilang, mereka rela mengatarkan Emil mengikuti seleksi di sebuah klub di Negeri Pizza dan akhirnya diterima.

Setelah mengikuti beberapa pertandingan dengan klub tersebut, Juve tertarik dan langsung menghubungi Emil. Ia dipersilakan ikut sesi latihan bersama Juventus Allievi, klub binaan Juve usia di bawah 17 tahun (U-17). Bianconeri kesengsem melihat bakat Emil.

Pria yang memiliki tinggi 189 cm tersebut akhirnya diminta bertahan di Juvenetus Allievi. "Beberapa kali saya ikut sesi latihan di Juventus, setelah itu mereka mengatakan tertarik pada saya," ujarnya.

Impian pun tercapai. Namun Emil tak puas begitu saja. Ia terus berlatih serius dan mengembangkan bakat. Berkat kemampuan yang dimiliki, ia dipanggil timnas Italia U-15, U-16, U-17 dan U-18.

Bahkan, ia pernah dinobatkan sebagai pemain muda berbakat di Italia pada 2012 lalu atau "The Young Italy Talents of the Future 2012". Bermain cukup baik di bawah mistar selama berseragam Juve yunior dan dipercaya jadi kapten tim, Emil akhirnya dilirik pelatih Juventus saat itu, Antonio Conte.

Pelatih bertangan dingin itu memasukkan Emil ke dalam tim Juve utama mulai 2011 dan sampai sekarang. Ada beberapa alternatif, tenaganya akan dipakai Juve andai penampilannya cukup baik. Sebaliknya, Emil bisa jadi bakal dijual ke klub lain jika tak bisa bersaing dengan penjaga gawang yang ada saat ini.

Atau, dia tak dijual dan tetap dipertahankan di klub sambil menunggu Buffon pensiun, mengingat usianya sudah menginjak 37 tahun.

(Arif M Iqbal/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 September 2014 | 11:00 wib
Dibaca: 84651
image
05 September 2014 | 10:50 wib
Dibaca: 82025
image
05 September 2014 | 07:57 wib
Dibaca: 83256
image
05 September 2014 | 07:43 wib
Dibaca: 80169
image
05 September 2014 | 07:30 wib
Dibaca: 79726
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER