panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
16 Juli 2014 | 04:55 wib
Berlatih Tiga Jam Usai Subuh
image

BERPUASA tak menghalangi Warseno untuk menjaga performanya. Pebalap asal Karanganyar itu tetap menggenjot sepedanya dalam latihan rutin sepanjang Ramadan ini. Tak ada hanya jalan datar, tapi atlet peraih satu medali emas, sekeping perak dan dua perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XIV/2013 tersebut juga melahap rute rolling dan tanjakan.

''Rute datar ke arah Wonogiri, tapi latihan tanjakan tetap saya lakukan di jalur Tawangmangu. Latihan rata-rata tiga jam usai subuh, kira-kira mulai pukul 05.30 sampai 09.00. Ini demi menjaga performa agar tidak merosot drastis,'' ujar Warseno.

Memang intensitas latihannya berkurang. Biasanya lajang berusia 28 tahun tersebut berlatih hingga sekitar pukul 11.00 atau 12.00, apalagi jika menjalani program latihan bersama tim melewati rute rolling atau naik turun dengan jarak di atas 100 kilomoter. Fase sprint pada jarak-jarak tertentu pun dia kurangi.

''Yang penting tetap jalan, tetap mengayuh sepeda. Jangan sampai kondisi fisik kembali nol, usai lebaran nanti,'' kata atlet yang pernah meraih peringkat tiga Best Indonesia Tider dalam Banyuwangi Tour de Ijen 2013 itu.

Namun dengan berlatih rutin rata-rata lima kali sepekan selama Ramadan ini, pembalap berusia 28 tahun tersebut tetap dapat menjaga stamina dan kondisi fisiknya. Kebetulan menjelang bulan puasa lalu, tim Banyuwangi Road Cycling Club (BRCC) yang menjadi tempatnya bernaung, meliburkan para atletnya.

Maka Warseno pun membuat program sendiri. Jika tidak menggenjot pedal bersama rombongan penggemar balap sepeda, dia sering berlatih sendiri. Tak ada bekal air minum yang menempel di sepedanya. Tak ada pula makanan yang biasa disantapnya usai menempa performa.

''Rasa haus dan lapar pasti ada, namanya juga mengeluarkan tenaga. Tapi alhamdulillah selama dua pekan ramadan, saya belum pernah batal puasa gara-gara latihan,'' ujar kelahiran Karanganyar, 27 September 1986.

Mengapa tidak berlatih pada sore hari hingga menjelang buka puasa? Menurutnya, cuaca justru lebih panas pada saat sore hari. ''Maka saya memilih latihan pada pagi hari, lalu siangnya beristirahat,'' tutur pembalap yang membidik peringkat atas pada kejuaraan internasional Tour de East Java 2014 tanggal 4-7 September mendatang itu.

(Setyo Wiyono/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 September 2014 | 11:00 wib
Dibaca: 85869
image
05 September 2014 | 10:50 wib
Dibaca: 83193
image
05 September 2014 | 07:57 wib
Dibaca: 84507
image
05 September 2014 | 07:43 wib
Dibaca: 81378
image
05 September 2014 | 07:30 wib
Dibaca: 80947
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER