panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 Juli 2014 | 05:15 wib
Mario Goetze, Pahlawan Jerman di Piala Dunia 2014
  • Tak Percaya Bisa Cetak Gol
image

Mario Goetze tampil sebagai pahlawan Jerman di final Piala Dunia 2014. Gol tunggal yang dicetak ke gawang Argentina mengantarkan Der Panzer merengkuh trofi untuk keempat kali. Sihir Goetze sekaligus membuat Jerman sebagai tim Eropa pertama yang berhasil jadi jawara di Benua Amerika.
 
MESKIPUN masuk sebagai pemain pengganti, Goetze memberi kontribusi nyata bagi Jerman. Sejarah yang dicatatkan dengan mencetak gol tunggal di final Piala Dunia 2014 bakal dikenang sepanjang masa. Gelandang serang enerjik ini memang tak masuk tim inti yang dipersiapkan pelatih Joachim Loew menghadapi Lionel Messi dkk. Ia baru masuk menggantikan Miroslav Klose di penghujung waktu normal.

Tak ada gol selama 90 menit. Barangkali, orang mengira bakal terjadi babak adu penalti. Sebab kedua tim bermain imbang dan tak banyak tercipta peluang. Namun memasuki menit ke-113, Goetze mampu menggemuruhkan Stadion Maracana yang terletak di Rio Janeiro. Pemain 22 tahun ini sukses memanfaatkan umpan silang Andre Shcuerrle dari sisi kiri. Mengontrol bola dengan dada, Goetze langsung melepas tembakan voli ke gawang  dan tak mampu dihalau kiper Sergio Romero.

Satu-satunya gol ini yang membuatnya disebut sebagai pahlawan. Memang, terkadang sosok pahlawan muncul di menit-menit akhir dan inilah yang terjadi pada Goetze. Ia pun sempat tak percaya bisa menjebol gawang Romero. Pemain Bayern Munchen itu hanya berusaha menendang bola ke arah gawang. Tak tahunya, si kulit bundar meluncur deras melewati Romero.

“Sulit dipercaya. Saya mencetak gol, tapi tidak benar-benar tahu apa yang terjadi. Sebuah mimpi telah menjadi kenyataan dan kita akan memiliki pesta besar. Ini benar-benar sensasional,” tutur Goetze seperti dikutip Daily Mail.

Goetze memulai karier bersama Der Panzer sejak 2010. Ia melakoni debutnya saat Jerman beruji coba lawan Swedia, 17 November 2010. Karena masih debutan, pelatih lak langsung memberi kepercayaan sebagai pemain inti. Ia masuk hanya sebagai pengganti dan tak mencetak gol.

Namun, kebersamaannya dengan Jerman saat itu mencatatkan rekor sebagai pemain termuda, setelah legenda Der Panzer Uwe Seeler. Kala itu, Goetze baru berusia 18 tahun. Adapun, gol pertama Goetze buat Die Mannschaft ia torehkan pada 10 Agustus 2011, saat menghadapi Brasil dalam laga uji coba.

Kendati sering memulai pertandingan dari bangku cadangan, ia tak pernah menyia-nyiakan kepercayaan pelatih. Ia terus menunjukkan penampilan terbaiknya. Sebagai gelandang serang, ia sering bekerja sama dengan Thomas Muller dan Schuerrle untuk membombardir gawang lawan. Pada Piala Dunia di Brasil ini, Goetze sukses mencetak dua gol. Selain ke gawang Argentina, satu lainnya dilesakkan ke Ghana kala Jerman bermain imbang, 2-2 di babak penyisihan grup. 

Dua Rekor

Piala Dunia di Brasil juga membuat Goetze meraih dua rekor sekaligus. Pertama, ia merupakan pemain pengganti pertama yang mampu mencetak gol di partai final. Selain itu, kekasih Ann-Kathrin Brommel ini menjadi pemain termuda yang sukses mencetak gol di partai puncak. Lagi-lagi, Goetze tak mampu menahan kegembiraannya usai menumbangkan mimpi Lionel Messi yang ingin menyamai Diego Maradona.

Andai Argentina yang juara, bisa jadi Messi yang banyak diperbincangkan public karena bisa menyejajarkan dengan Maradona. “Saya tak tahu bagaimana mendeskripsikannya. Ini adalah perasaan yang tak bisa dipercaya. Seluruh tim dan rakyat Jerman akan berpesta dengan kemenangan ini,” katanya.

Pelatih Joachim Loew sampai menyanjung Goetze sebagai pemain serba bisa. Ia mengaku tak salah memasukkannya sebagai pengganti Miroslav Klose. "Dia adalah keajaiban, dia bisa bermain di posisi apa pun dan menjadi penentu hasil pertandingan. Dia sudah membuktikan dirinya hari ini," ujar Loew.

Penampilan cemerlang di penghujung waktu normal hingga babak tambahan juga berkat dukungan langsung sang kekasih, Ann-Kathrin Brommel. Model Lingerie itu berada di tribun penonton memberi semangat pujaan hatinya. Setelah laga bubar, Brommel yang usianya lebih tua dua tahun, menghampirinya. Ia melayangkan ciuman mesra kepada Goetze.

Sejak kecil, Goetze memang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional. Kebetulan, ayahnya yang juga profesor matematika di Universitas Teknologi Dortmund menggilai bola. Ingin melihat putranya menjadi pemain bola, akhirnya ia mendaftarkan Goetze ke akademi sepak bola di Dortmund.

Seiring berjalannya waktu, mimpi Goetze jadi kenyataan. Pada 2009, pria kelahiran Memmingen, 3 Juni 1992 tersebut dipercaya masuk tim senior Dortmund hingga musim kompetisi 2013. Selama empat tahun berkostum Die Borussen, Goetze berhasil mencetak 31 gol dari 116 penampilan. Ia juga ikut andil mempersembahkan dua gelar Bundesliga dan satu gelar DFB Pokal.

Bahkan, Goetze sukses membawa Dortmund menjadi runner up Liga Champions 2012/2013.  Berkat kecemerlangan mengolah si kulit bundar di atas lapangan, ia dilirik tim rival, Bayern Munchen. Goetze pun tergoda tawaran FC Hollywood dan akhirnya singgah di Munchen di bawah pelatih Pep Guardiola. Selama 44 kali bertanding bersama Munchen, Goetze terlihat agresif dan mencetak 15 gol.

Ia memiliki pedoman bahwa bermain bola sama persis dengan bertinju. Menurutnya, pesepak bola harus memiliki semangat untuk bertarung, banyak ambisi dan kemauan keras. Jika ketiga unsur itu dipenuhi, maka bukan hal mustahil bisa menjadi pemain yang sukses.

(Arif M Iqbal/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 September 2014 | 11:00 wib
Dibaca: 83859
image
05 September 2014 | 10:50 wib
Dibaca: 81268
image
05 September 2014 | 07:57 wib
Dibaca: 82458
image
05 September 2014 | 07:43 wib
Dibaca: 79424
image
05 September 2014 | 07:30 wib
Dibaca: 79018
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER