panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 Juli 2014 | 06:16 wib
Bawa Timnas Imbangi Jerman Timur 2-2
  • Henky Timisela, Wonder Boy Sepak Bola Indonesia
image

Nama Henky Timisela mungkin tak begitu dikenal sebagai legenda sepak bola  Indonesia. Ia masih kalah bila disandingkan dengan Ramang, Soetjipto  Suntoro, Omo Suratmo ataupun Tan Liong Houw. Namun ia pernah dijuluki  sebagai anak ajaib selama berkostum Garuda era akhir 50-an.

TIMNAS Indonesia pernah mencapai masa keemasan pada tahun 1950 - 1960-an. Bahkan, pada laga persahabatan lawan timnas Jerman Timur di Stadion Ikada Jakarta (Sekarang Tugu Monas), 11-2-1959, skuat Garuda hampir memenanginya. Indonesia unggul terlebih dulu di babak pertama dengan skor 2-0. Namun pada babak kedua, pasukan Jerman Timur mampu menjebol gawang Merah Putih dua kali, sehingga skor akhir jadi imbang 2-2.

Dua gol Indonesia, kala itu dicetak pemain debutan, Henky Timisela asal klub Persib Bandung. Henky tak menyangka mampu merobek gawang salah satu kekuatan tim Eropa itu, yang dikawal Groostuck. Berkat gol-golnya, Henky disebut sebagai Wonder Boy atau anak ajaib.

Penyematan Wonder Boy kali pertama dimunculkan Koran Bintang Timur yang menulis judul "Indonesia Luput dari Kemenangan". Dalam beritanya, Henky dinyatakan sebagai anak ajaib karena baru berkostum Garuda sudah menyumbang dua gol. Kali pertama mengenakan kostum Garuda, Henky berusia 22 tahun.

Sekelumit peristiwa itu terungkap melalui acara Diskusi dan Bedah Buku "Henky Timisela Wonder Boy Sepak Bola Indonesia" yang digelar Kemenpora di  Hotel Royal Kuningan, Jakarta, belum lama ini. Buku tersebut ditulis Sumohadi Marsis setebal 124 halaman.

Henky sendiri hadir di acara itu,  sekaligus menjadi pembicara bersama Yusuf Kurniawan (wartawan olahraga  senior) dan Tunas Dwidharto (Staf Ahli Bidang Sumber Daya Keolahragaan  Kemenpora). Menpora Roy Suryo ikut hadir untuk membuka acara. Dalam  kenangannya, Henky merasa deg-degan saat dipercaya pelatih timnas  Indonesia, Tony Pogacnik, untuk menjalani debut di tim Garuda.

Dia  merasa deg-degan melihat suasana di sekitar Stadion Ikada. Puluhan  ribuan penonton, awalnya juga membuatnya grogi. "Hati saya lebih  berdebar-debar dari biasanya. Agak lebih tegang dibanding kalau  bertanding untuk Persib. Oh bukan main. Berbagai perasaan merasuk dalam  hati saya," ujar pria kelahiran Surabaya, 22 November 1937 ini.

Lebih Tenang

Tapi  ia merasa lebih tenang setelah melihat wajah-wajah yang sudah  dikenalnya. Memang di sana ada kiper Maulwi Saelan, bek Kiat Sek dan  gelandang Frans Yo. Selebihnya adalah pemain-pemain Persib yang sudah ia kenal seperti Omo Suratmo dan Rukma Sudjana. "Hati saya menjadi lebih tenang," tutur Henky.

Ketenangan itu mungkin menjadi salah satu  faktor yang membuat Henky mampu tampil prima pada debutnya, meski lawan  yang dihadapi adalah Jerman Timur, saat itu masih bernama Republik  Demokrasi Djerman (RDD). Tim dari Eropa timur yang dikenal memiliki  kemampuan hebat, terutama berkat ketahanan fisik, daya juang dan  disiplin yang tinggi.

Bukti dari permainan prima Henky di hadapan puluhan ribu penonton, dapat dilihat dari atraksinya yang kreatif. Pada  babak pertama, di bawah tepuk tangan penonton yang membahana, ia sukses  mengoyak jala tim Jerman Timur.

Ia tak hanya melihat penonton  bersorak gembira, namun juga melihat bagaimana pelatihnya, Pogacnik dan  para pemain di bangku cadangan ikut bertepuk tangan menyambut setiap gol yang diukirnya. Sebaliknya, Henky melihat wajah-wajah kesal dan kecewa dari kiper dan para pemain lawan. "Mereka mungkin tidak mengira  gawangnya akan bisa kebobolan," ujarnya.

Setelah leading dua gol, Indonesia giliran diserang pasukan RDD di babak kedua. Skuad Garuda akhirnya bermain imbang setelah dua gol balasan bersarang ke gawang tuan rumah. Namun menurut Henky, Indonesia tak terlihat kecewa. Bahkan, Pogacnik, pelatih berkebangsaan Yugoslavia yang menangani Indonesia, terlihat senang usai melihat penampilan Henky dengan kemampuan mengolah dan menembakkan bola tepat pada waktunya.

Dua gol itu membuat Pogacnik percaya kepada kelebihan Henky yang memang dibutuhkan timnas.  Apalagi, kemampuan Ramang (legenda lain) yang saat itu sudah mulai  menurun. "Saat saya dijuluki Wonder Boy, saya menjadi terbebani. Tapi, saya selalu menunjukkan permainan yang maksimal agar predikat itu tidak sia-sia," tuturnya.

Usai bermain kontra Jerman Timur, Henky kembali dipanggil pemusatan latihan oleh timnas. Kali ini, skuat Garuda dipersiapkan untuk menghadapi klub asal Kosta Rika, Deportiva Saprissa. Pertandingan digelar di tempat yang sama tiga bulan kemudian atau 10 Mei 1959.

Dalam sembilan menit, Stadion Ikada sudah bergetar akibat sorak-sorai penonton menyambut terciptanya tiga gol berturut-turut ke gawang tim tamu asal Amerika Tengah itu. Tiga gol cepat dari tiga penyerang andalan, diawali Henky, disusul Ramang dan kemudian Omo. Hebatnya Omo, ia kemudian mencetak tiga gol lagi hingga akhirnya tim tamu mereka kalahkan dengan skor 6-4. Dengan kecemerlangan tiga pemain depan itu, media saat itu menyebutnya sebagai Trio PSSI.

Laga internasional lain yang diikuti Henky adalah ajang Merdeka Games mulai  1960-1962 di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia mencetak gol untuk kemenangan  Indonesia saat lawan Singapura (8-3), Hongkong (3-1), Vietnam (5-3) dan  Pakistan (4-0) serta mengantarnya jadi peringkat ketiga. Setahun  kemudian, Indonesia menjuarai ajang Merdeka Games. Henky juga turut mencetak gol kala membungkam Thailand dengan skor 2-1 dan imbang lawan Korea Selatan, 1-1.

Kiprah Henky di timnas juga berkat saudara kandungnya yang bersinar terlebih dulu, yakni Freddy Timisela. Setelah itu ada Pitje Timisela dan Max Timisela, sehingga, timnas Indonesia kala itu dikenal dengan keluarga Timisela

(Arif M Iqbal/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 September 2014 | 11:00 wib
Dibaca: 82284
image
05 September 2014 | 10:50 wib
Dibaca: 79740
image
05 September 2014 | 07:57 wib
Dibaca: 80908
image
05 September 2014 | 07:43 wib
Dibaca: 77931
image
05 September 2014 | 07:30 wib
Dibaca: 77579
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER