
MANCHESTER, suaramerdeka.com - Striker Liverpool Luis ‘’El Pistolero’’ Suarez mendapat tantangan berat saat timnya jumpa tuan rumah Manchester United (MU) dalam big match Liga Primer Inggris di Old Trafford, Sabtu (11/2). Dalam pertandingan itu, dia berpeluang meletup atau redup.
Suarez memainkan laga keduanya bersama The Reds selepas menjalani hukuman delapan pertandingan. Penyerang berkebangsaan Uruguay tersebut diskors setelah dianggap bersalah dalam kasus rasisme terhadap Patrice Evra, bek kiri MU.
Dalam partai bertajuk Battle of Britain ini Suarez akan menjadi pusat perhatian. Pertama, dia diandalkan Si Merah untuk mencetak gol. Yang kedua, dia bakal jadi bulan-bulanan fans The Red Devils.
Ini ujian bagi El Pistolero. Dia dianggap lulus jika mampu tampil spesial di markas Setan Merah. Manajer Liverpool Kenny Dalglish berharap duel ini berlangsung sengit, tapi jauh dari kontroversi.
“Semua yang terlibat, termasuk media, suporter dan kedua tim punya tanggung jawab untuk menjamin partai ini akan diingat sebagai laga sepak bola yang seru antardua skuad berkelas,” ungkap Dalglish.
Pada pertandingan babak keempat Piala FA di Anfield akhir Januari lalu, ketika Suarez masih dihukum, laga berjalan dengan cara yang tepat. Karena itu, King Kenny menginginkan publik Old Trafford bisa menghadirkan hal serupa. “Ini momen bagi kami semua untuk melupakan apa yang sudah terjadi dan maju ke depan,” tandasnya.