
CATANIA, suaramerdeka.com - Mantan anak asuhan Fabio Capello semasa di AS Roma, Vincenzo Montella, menilai pengunduran diri pelatih bertangan dingin itu dari timnas Inggris bisa dimengerti.
Persatuan Sepak Bola Inggris (FA) menerima pengunduran diri pria asal Italia itu, kemarin. Sebelumnya, Capello melayangkan kritik terbuka terhadap FA yang mencabut ban kapten John Terry sehubungan dengan proses hukum yang dijalani pemain Chelsea tersebut terkait kasus rasisme. Kritikan itu membuat gusar FA yang kemudian memanggilnya untuk menghadap.
“Pengunduran diri itu sungguh mengejutkan. Namun, mempertimbangkan motivasi yang mendasarinya, itu plihan yang bisa dimengerti. Dia merasa legitimasi dan kekuasaannya direnggut. Dia mungkin tak lagi merasa FA masih menaruh kepercayaan padanya," imbuh pelatih Catania ini.
Capello, yang gagal di Piala Dunia 2010, diharapkan mencetak prestasi di Euro 2012. Sayang, harapan itu sirna dan FA mesti mencari pelatih baru. Meski belum memberikan trofi juara, Don Fabio tetap jadi pelatih The Three Lions dengan statistik terbaik. Di bawah polesannya, Inggris bertanding 42 kali dengan rekor 28 kali menang, delapan seri dan enam kalah.
Rekor kemenangan 66,7 persen ini masih lebih baik dari pelatih Inggris saat memenangi Piala Dunia 1966, Sir Alf Ramsey, yang punya 61,1 persen kemenangan. Statistik Capello juga berada di atas Glenn Hoddle (yang rasio kemenangannya 60,7 persen), Ron Greenwood (60,0 persen), dan Sven-Goran Eriksson (59,7 persen).
Media-media Inggris melaporkan, Manajer Tottenham Hotspur Harry Redknapp difavoritkan sebagai penerus Capello. Nama-nama lain yang mencuat adalah Roy Hodgson, Alan Pardew, Jose Mourinho, dan Guus Hiddink.
Manajer Sunderland Martin O’Neill mendukung Redknapp untuk menukangi skuad Tiga Singa. "Harry memiliki hak untuk melakukan itu. Saya pikir dia akan menjadi manajer Inggris berikutnya," tandasnya.
(Andika Primasiwi, rtr/CN26)