
MENGGIRING BOLA: Penyerang muda PSIS Kurnanda Fajar Saktiaji (kanan) menggiring bola dengan dikawal rekananya dalam latihan di Stadion Jatidiri, hari ini. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pelatih PSIS Edy Paryono mencoba tetap tenang menghadapi situasi tim yang kurang menguntungkan. Selain harus lengser dari pemuncak klasemen Divisi Utama, skuad Mahesa Jenar juga sempat diterpa masalah internal manajemen.
"Kami ingin lebih fokus pada tim. Kami tidak tahu banyak tentang sumber masalah di jajaran manajemen. Mungkin ini merupakan salah satu cobaan bagi PSIS yang ingin mewujudkan target promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia," imbuh pelatih asal Semarang itu.
Saat ini menjadi masa-masa yang sulit bagi tim kebanggaan warga Kota Semarang. Meski dihadapkan dengan sejumlah masalah internal, PSIS tetap dituntut untuk terus bisa bersaing dengan tim lain. Menenangi laga melawan Persepar Palangkaraya di Stadion Jatidiri, Jumat (17/2) pun menjadi harga mati.
Paryono mengatakan, tidak hanya PSIS yang ingin terus memenangkan pertandingan dan promosi ke Indonesia Premier Legaue (IPL), tim lain pun demikian, seperti PSCS Cilacap, Persis Solo, dan PSS Sleman. Karena itu semua pihak terkait harus bahu membahu mendukung tim.
Menurutnya, kondisi seperti ini merupakan suatu dinamika klub yang tidak bisa diduga dan sulit dimengerti. Dia pun memilih enggan berkomentar banyak terkait mundurnya Setyo Agung Nugroho dari kursi General Manager (GM) Teknik PSIS, dan sejumlah orang lainnya.
Dia hanya menghimbau agar para pemain tetap fokus dalam persiapan. Tampil konsisten sehingga bisa memenangi pertandingan demi pertandingan. Bila "nglokro", sambungnya, jangan berharap PSIS bisa kembali meraih poin absolud di laga selanjutnya.
Kartu
Sejauh ini niat Donny Siregar untuk terus menunjukkan permainan terbaik masih cukup tinggi. Hanya saja, situasi tidak menguntungkan acap kali terjadi terjadi saat pertandingan. Adanya pemain yang mendapatkan kartu dan cedera membuat tim berlogo Tugumuda ini beberapa kali tidak turun dengan kekuatan penuh.
Menghadapi tim asal Kalimantan Tengah misalnya, PSIS tidak akan diperkuat sejumlah pilarnya. Tiga pemain absen karena akumulasi kartu dan kartu merah. Sedangkan sebagian lagi diragukan tampil lantaran masih dalam tahap pemulihan cedera.
"Kekuatan PSIS tidak utuh saat menghadapi Persepar. Namun, kami tidak akan lari dari kenyataan. Format alternatif terus disiapkan untuk menyesuaikan sejumlah pemain yang absen. Kami juga tidak ingin tampil monoton karena akan mudah di baca lawan," terangnya.
(Hendra Setiawan/CN32)