
GROBOGAN, suaramerdeka.com - Meski dipastikan tak diperkuat dua pilar, Ribut Pujiyono (gelandang) dan Nasarudin Marta (striker), Persipur tetap membidik poin di laga tandang menghadapi PSISra, Sabtu (11/2).
Disampaikan asisten pelatih Bambang Hartoyo, dua pemain pilar tersebut tak dibawa ke Sragen karena hukuman aklumulasi dua kartu kuning. "Tapi kami telah menyiapkan pengganti. Ada beberapa nama yang disiapkan. Jadi secara umum tak ada masalah," paparnya.
Dalam lawatan ke Sragen, manajemen Persipur rencananya membawa 18 pemain saja. Lima pemain ditinggal, termasuk dua pilar yang absen. Tentang strategi yang akan diterapkan di laga lanjutan grup VI Divisi I Liga Amatir Indonesia 2011-2012, pelatih tak akan banyak merombak strategi.
Formasi 3-5-2 yang selama ini jadi pola tandang, akan tetap dipertahankan. Tim pelatih selama ini juga terus menggenjot produktivitas gol para pemain depan. Apalagi dari total tujuh gol yang berhasil disarangkan Persipur, lima di antaranya dicetak oleh para gelandang.
"Produktivitas gol pemain depan memang menjadi fokus perhatian, selain harus memantapkan komonikasi antarlini. Diharapkan para striker memiliki motivasi lebih untuk bisa mencetak gol pada laga-laga lanjutan," tegasnya.
Selama jeda beberapa hari ini, tim pelatih terus menggenjot strategi, teknik maupun fisik para pemain. Susanto dan kawan-kawan juga dibiasakan dengan latihan siang hari. "Kami berusaha mengakrabkan pemain dengan kondisi cuaca ekstrim. Maka latihan sering kami laksanakan di bawah terik matahari," jelas dia.
Tentang kekuatan calon lawannya, Bambang Hartoyo mengakui bahwa PSISra bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan. Khususnya ketika bermain di hadapan pendukungnya sendiri. "Saya melihat PSISra merupakan tim bagus. Apalagi di putaran kedua ada beberapa pembenahan yang dilakukan pelatih," ujar pria yang biasa disapa Yoyok ini.
(Lanang Wibisono/CN26)