
BARCELONA, suaramerdeka.com - Pelatih Valencia, Unai Emery mengaku pasrah dengan kegagalan anak-anak ke final Copa Del Rey setelah ditaklukkan Barcelona 0-2 di di Stadion Camp Nou. Atas hasil tersebut, El Che gagal melaju ke final karena kalah agregat 1-3 karena di pertemuan pertama di Mestalla mereka bermain imbang 1-1.
Diakui Emery, dalam pertandingan itu Valencia gagal menampilkan permainan terbaiknya dan para pemain banyak melakukan kesalahan sendiri. "Kami berusaha menguasai pertandingan. Tetapi sangat jelas bila kami membuat kesalahan sendiri saat tertekan. Saya pikir kami bisa mengubah pertandingan. Namun, kami gagal melakukannya," tukas Emery.
Namun begitu, secara jantan Emery mengakui jika Barcelona adalah lawan yang sulit ditaklukkan, lebih-lebih mereka harus bermain di Stadion Camp Nou yang terkenal angker bagi tim tamu.
"Saya cukup puas dengan penampilan para pemain di pertandingan kali ini. Kami melawan tim terbaik di dunia. Ada pertandingan terbuka selama 75 menit. Tetapi, Barcelona merupakan tim bagus yang menunjukkan superioritasnya," tutup Emery.
Emery sudah bisa menerima kekalahan dari Barcelona itu dan mengakui bahwa Barcelona memang layak melaju ke babak final. Namun, dia berpendapat anak-anak asuhnya telah bermain mengesankan kendati harus menelan kekalahan.
"Kami harus memuji pemain Valencia atas apa yang telah mereka lakukan ketika menghadapi pesaing serta pemain-pemain hebat. Untuk mengalahkan mereka (Barcelona-red) kami harus melakukan segala sesuatunya lebih baik," cetus Emery.
"Kami melakoni dua pertandingan bagus melawan mereka tapi kami kehilangan sesuatu. Hal terpenting adalah kami memiliki peluang mencetak gol, itu hal yang positif. Sementara segi negatifnya, kami membiarkan mereka membuat peluang, padahal kami tidak ingin mereka mendapatkannya."
Emery juga menegaskan, absennya Roberto Soldado bukan alasan yang cukup kuat untuk membela kekalahan Los Che. "Kami memiliki skuad yang besar dan tidak bisa bergantung pada satu pemain," tegasnya.
(Andika Primasiwi, GLCM, ds/CN26)