
USIANYA masih belia belum genap sepuluh tahun. Namun, mengupas soal prestasi, Satria Wibowo (9) membuktikannya dengan meraih banyak medali renang. Ya Satria adalah satu dari sekian atlet andalan Kota Wali yang prestasinya mengilap. Putra kedua pasangan M Rifai serta Tuminah itu tak hanya disegani di tingkat kabupaten melainkan hingga ke regional Jateng-DIY.
"Lebih dari lima medali emas, belasan trofi dan piagam sudah dipersembahkannya untuk Demak. Tak hanya di tingkat kabupaten, Satria bahkan membuktikan prestasinya hingga kancah Jateng DIY," ujar ayahanda Satria, M Rifai.
Kadus Karangboyo Desa Candisari Kecamatan Mranggen tersebut mengaku, tak pernah putus memacu semangat buah hatinya. Belum lama ini, Satria dinobatkan menjadi perenang terbaik tingkat Jateng-DIY. Predikat itu disandang setelah perenang Kota Wali itu merajai ajang Kompetisi Renang Antar Sekolah (KRAS) Dholpin CUP VI di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 21-22 Januari lalu.
Satria menyabet empat emas dan satu perak setelah berkutat hampir 10 jam di gelanggang renang UNY Caturtunggal Depok Sleman. Perjuangan Satria seakan tak sia-sia meski harus menempuh perjalanan darat hampir 350 kilometer pulang pergi (PP) Demak-Yogyakarta.
Empat etape yang dilaluinya yakni renang gaya bebas (100 meter), gaya bebas (50 meter), gaya punggung (50 meter) dan gaya kupu-kupu (50 meter) meretas medali emas. Adapun untuk gaya dada (50 meter), pemilik tinggi badan 130 sentimeter dan berat 25 kilogram itu harus puas di urutan kedua.
Toh, meski demikian dia tetap berbangga hati lantaran dinobatkan sebagai juara umum untuk atlet usia belia. Satria pulang membawa tekad besar menerobos prestasi renang hingga tingkat nasional.
Kerja Keras
Menurut Rifai torehan prestasi putra nomor duanya disertai kerja keras, air mata dan disiplin tinggi. Memeroleh prestasi bagus di bidang olahraga ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Di sela-sela tugasnya melayani masyarakat, Kadus Karangboyo itu mau meluangkan waktunya antara pukul 16.00-18.00 untuk putra tercinta.
Waktu dua jam itu, dimanfaatkannya mengantar Satria latihan berenang rutin, di Gelanggang Remaja Pedurungan Kota Semarang. Berkecimpung selama empat tahun di dunia renang, Satria tergabung dalam Klub Spectrum Semarang. Seorang pelatih bernama Farid turut membentuknya menjadi perenang andal.
Rifai menambahkan lantaran putranya termasuk atlet berprestasi harapannya mendapat perhatian secara cukup dari pemerintah. Sementara itu sejumlah guru di SDN 1 Candisari Mranggen tempat bocah itu belajar sehari-hari mengatakan bangga dengan prestasi anak didiknya.
Dwi Kurniawati dan Eko Suyatno mengatakan telah banyak piala dan piagam yang didapat siswa kelas dua itu untuk dipersembahkan ke sekolah dan masyarakat. "Saya mengibaratkan dia adalah mercusuar di tengah lautan. Ungkapan itu tak berlebihan sebab meski dia terlahir sebagai bocah ndesa namun prestasinya tak kalah dengan anak kota," ujar Eko.
Dua orang guru SDN 1 Candisari itu sekaligus berkesempatan menunjukkan belasan piala, piagam dan sertifikat yang diraih Satria yang dipajang di lemari khusus ruangan guru.
(Hari Santoso/CN26)