
BERLATIH: Para pemain PSIS saat berlatih di Stadion Jatidiri, hari ini. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Para pemain PSIS mengaku geram lantaran mendapat kritik pedas setelah takluk 2-3 dari PPSM Kartika Nusantara, beberapa waktu lalu. Apalagi kekalahan itu membuat posisi tim kebanggaan warga Kota Semarang harus turun ke posisi tiga klasemen sementara Divisi Utama
"Musim ini, PSIS menargetkan untuk bisa promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Karena itu, kami akan membuktikan bahwa PSIS layak diperhitungkan. Sejatinya, kami selalu tampil all out di setiap laga baik kandang maupun tandang," tegas penyerang Engkus Kuswaha.
Pemain bernomor punggung 32 kerap menjadi tandem bagi Vitor Borges di barisan depan skuad Mahesa Jenar. Selain dirinya, Khusnul Yakin juga dipercaya sebagai pendobrak pertahanan lawan. Engkus memiliki tendangan akurat, kecepatannya sehingga kerapkali merepotkan pertahanan lawan.
Namun demikian, dewi fortuna belum berpihak kepadanya. Dari enam penampilannya, Engkus baru mencetak satu gol, yakni saat mengkandaskan perlawanan PSIR Rembang 3-0. Dia sebenarnya memiliki beberapa peluang saat dijamu PPSMKN, namun bola tendangannya belum tetap sasaran.
Adaptasi
Gelandang serang Steven Anderson pun terus berusaha beradaptasi dengan posisi barunya di tim berlogo Tugu Muda. Saat di PSIM Yogyakarta dia lebih banyak dipasang sebagai gelandang serang atau second striker.
Bertipikal sebagai penyerang, Steven memiliki kecepatan dan kelincahan. Namun di bawah arahan Edy Paryono, Steven lebih banyak diletakkan sebagai sayap, baik kiri maupun kanan. Adanya perubahan itu menuntutnya untuk terus beradaptasi. Bila biasanya lebih banyak menyerang, kini dirinya juga harus membantu pertahanan saat diserang.
"Kami terus berusaha memahapi peran yang diinginkan pelatih. Sebagai pemain, kami hanya bisa berusaha dan berusaha. Pelatih yang lebih tahu dalam menerapkan strategi dalam menghadapi lawan," imbuh pemain bernomor punggung 28 itu.
Steven juga tak ingin PSIS kembali gagal meraih kemenangan. Untuk mengamankan jalan menuju promosi ke kasta teringgi sepak bola Indonesia, PSIS harus bisa kembali ke puncak klasemen. Karena itu poin absolud menjadi harga mati saat menjamu Persepar Palangkaraya.
(Hendra Setiawan/CN32)