
MINIM PESERTA: Kelompok putri di turnamen bulu tangkis Super Badminton-Tugumuda Cup 2012 di GOR Bulu Tangkis Tri Lomba Juang Semarang masih minim peserta. (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengkot PBSI Kota Semarang risau, karena di kejuaraan bulu tangkis beberapa tahun terakhir keterlibatan atlet putri sangatlah minim. Padahal dalam proses pemassalan bulu tangkis, PBSI Kota sudah sangat sering menggelar event, termasuk mempertandingkan kelompok putri di semua kelas.
Disampaikan Sekum PBSI Kota Semarang Djohar Djasari, di turnamen bulu tangkis Super Badminton-Tugumuda Cup 2012 di GOR Bulu Tangkis Tri Lomba Juang Semarang, 9-12 Februari misalnya, dari total 483 peserta, atlet putrinya hanya 76 orang. Artinya tidak lebih dari 15 persen dari
jumlah keseluruhan.
"Khususnya di kelas dewasa maupun taruna, jumlah atlet sangat minim. Kebanyakan atlet putri berasal dari kelas dini 23 orang, anak 14 orang dan usia dini dasar 12 orang," paparnya.
Tidak hanya bulu tangkis, minimnya SDM atlet putri juga dialami oleh beberapa cabang olahraga lain. Hal itu menjadi perhatian tersendiri, khususnya bagi proses pembinaan atlet bulu tangkis di daerahnya. Menurut Djohar Djasari, sebenarnya di kelompok anak dan usia dini peminatnya masih cukup banyak. Sayangnya, ketika atlet-atlet itu menginjak usia remaja dan dewasa, mereka lebih memilih fokus ke studi dan enggan mengikuti kejuaraan lagi.
"Tentang sebab, banyak faktor yang melatarbelakangi. Di klub-klub, presentase atlet putra dan putri juga tak berimbang. Perbandingannya sekitar tujuh banding satu. Tapi kami akan terus berupaya melaksanakan program pemassalan bulu tangkis di kota ini. Harapannya proses pembinaan atlet baik putri maupun putra dapat seimbang," tegas dia.
(Lanang Wibisono/CN32)