
ZURICH, suaramerdeka.com - Terkait kerusuhan yang terjadi di Mesir, pekan lalu, FIFA berniat memberi santunan sebesar USD$ 250 ribu kepada keluarga korban. Seperti diketahui, Pekan lalu, pertandingan Al Masry dan Al Ahly di stadion Port Said berakhir ricuh setelah ribuan penonton masuk lapangan.
Mereka mengincar para pemain Al Ahly dan berbuntut ricuh antarpenonton sehingga menghasilkan 73 korban tewas. Tak pelak, selain kecaman, tragedi itu juga mengundang simpati dari publik sepakbola dunia. Presiden FIFA Sepp Blatter sendiri menyebut kejadian itu sebagai "hari hitam sepakbola".
"Saya sangat terhenyak dan sedih mendengar kabar bahwa malam ini sejumlah besar suporter sepakbola terbunuh dan cedera setelah laga di Port Said, Mesir," ucap Blatter di situs resmi FIFA.
Pernyataan serupa juga dilontarkan konfederasi sepakbola Afrika (CAF). "Sepakbola Afrika tengah berkabung," ujar presiden CAF, Issa Hayatou.
Sementara Samir Zaher, presiden federasi sepakbola Mesir (EFA), telah mengumumkan akibat insiden tersebut liga akan ditunda hingga batas waktu yang tak ditentukan.
(Andika Primasiwi, GLCM/CN26)