
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Semarang berjanji akan lebih memperhatikan lagi atlet-atlet tenis meja. Salah satunya dengan lebih intensif memberikan bonus kepada mereka yang mampu menorehkan prestasi.
Hal ini disampaikan Kabid Bimpres PTMSI Kota Semarang Yulianto, dalam sela-sela acara penyerahan bonus di Gedung PWI Jateng, akhir pekan lalu.
Harapannya, lanjutnya, dengan memberikan perhatian, para atlet lebih bersemangat untuk terus meningkatkan kemampuan. "Meski besarnya bonus tidak seberapa, namun kami harap dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam upaya meningkatkan pembinaan. Para atlet jangan cepat berpuas diri, melainkan terus meningkatkan kemampuan agar tampil lebih baik di kejuaraan selanjutnya," imbuh Yulianto.
Bonus itu diberikan kepada atlet tenis meja yang meraih medali dalam Kejurda Slawi Kabupaten Tegal, Desember tahun lalu. Kota Lumpia berhasil menorehkan satu emas, dua perak dan empat perunggu. Prestasi ini jauh meningkat setelah tahun sebelumnya hanya meraih dua perunggu.
Emas disumbangkan dari beregu kadet putra (KU-14) yang diperkuat M Ridgo, Fando, Favian dan Rifki. Sedangkan perak disumbangkan dari beregu pemula putra (KU-12) atas nama Jefri, M Iqbal, Bryan, dan Rahmat Adi. Satu lagi perak atas nama Favian dari tunggal kadet putra.
Sementara tiga perunggu masing-masing dari beregu pemula putri (KU-12) yang diperkuat Anisa, Masithoh, Wanda, Farah. Kemudian M Iqbal dan Jefri dari tunggal pemula putra (KU-12). Serta Fando dari tunggal kadet putra (KU-14).
Emas mendapatkan bonus Rp 1 juta, perak Rp 500 ribu, perunggu Rp 300 ribu.
Hasil keseluruan dalam event tahunan itu, Kudus berhasil mempertahankan gelar juara umum. Mereka mengumpulkan lima emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Disusul, Banyumas dengan tiga emas dan satu perunggu. Solo menyusul di peringkat tiga dengan dua emas, satu perak, dan empat perunggu.
Sedangkan Kota Lumpia hanya mampu menduduki peringkat empat dengan satu emas, dua perak, empat perunggu. Meski demikian, prestasi Kota Semarang jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. "Kami memang tidak mengejar target gelar juara umum. Fokus kali ini adalah memperbaiki capaian tahun lalu," imbuh Yulianto.
(Hendra Setiawan/CN32)