
JAKARTA, suaramerdeka.com - Pembalap sepeda Indonesia yang bernaung di Custom Cycling Club (CCC) Solo, Heksa Priya Prasetya, memiliki kesempatan berharga bergabung dengan klub Australia, Eddy Holland Bicycle Service (EHBS) dalam event Perth Criterium Series pada 11 - 14 Februari mendatang.
Heksa bakal menjadi sprinter tim EHBS pada kejuaraan tersebut. Pembalap kelahiran Purworejo, Jateng ini akan diduetkan dengan Sergey Kudenstov, mantan pembalap Pro Polygon Sweetnice, Surabaya. Menurut Manajer tim sepeda EHBS, Puspita Mustika Adya, terdapat tiga pembalap asal Indonesia yang memiliki kesempatan seperti Heksa.
Mereka adalah Tonton Susanto, Samai dan Destian Satria. "Dengan bergabungnya pembalap-pembalap Indonesia ke Australia, diharapkan dapat menambah jam terbang, kemampuan serta mental," kata Puspita, Senin (6/2).
Dia mengutarakan, masing-masing pembalap juga dipastikan mampu mempelajari taktik dan strategi yang diterapkan pembalap di tim EHBS yang sering menjuarai event internasional. Apalagi, mereka tak hanya mengikuti event Criterium Series, tapi juga berlatih selama empat bulan.
"Heksa sendiri akan berlatih selama empat bulan dan 16 hari lomba. Apabila Indonesia butuh pembalap untuk masuk timnas, saya rasa mereka sudah siap, termasuk Heksa," tandasnya.
Sementara itu, Heksa berharap kesempatan ini dapat menambah jam terbang dan bisa segera menembus ajang balap sepeda Pro Divisi 3, tingkat kontinental. "Saya hanya berharap, tahun depan bisa masuk Pro (Divisi 3 kontinental-red)," ujarnya.
Dia menambahkan, pendaftaran menjadi pembalap Pro Divisi 3 akan dimulai pada Oktober mendatang. Apabila lolos, dia bakal bertarung di kejuaraan profesional bersama sekitar 150 pembalap dunia. "Saya akan berusaha keras agar masuk ke Profesional. Selama di Australia nanti, saya akan berusaha maksimal supaya membuahkan hasil. Soalnya, hasil itu bisa menjadi data pendukung supaya masuk ke Pro Kontinental," ungkapnya.
(Arif M Iqbal/CN26)