
SEMARANG, suaramerdeka.com - Terkait krisis kepercayaan kepada wasit yang melanda sepak bola Indonesia, Pelatih PSIS Edy Paryono meminta agar PSSI dapat mendatangkan wasit asing rekomendasi FIFA dan AFC. Dengan harapan pertandingan kompetisi jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
"Kalau boleh memberi saran, PSSI harus mendatangkan wasit asing. Meski kemampuannya berbeda, namun mereka lebih fair play dalam memimpin laga. Hal ini pernah kami rasakan saat membesut Semarang United Football Club (SUFC) di Liga Primer Indonesia (LPI)," kata Paryono.
Dia mengaku kesal dengan dengan kepemimpinan wasit beberapa pertandingan lalu. Industri yang tengah digembar-gemborkan selama ini dan usaha menciptakan pemain berkualitas untuk timnas dirusak wasit dan perangkat pertandingan yang kurang adil.
"Kalau kami dibilang mencari-cari alasan itu tidak benar. Ada bukti saat pertandingan, dan semua orang bisa melihatnya sendiri. Sebenarnya, kalah dan menang menjadi hal biasa. Asalkan pertandingan berlangsung sportif dan fair play," tutur pelatih asal Kota Lumpia itu.
Ditambahkannya, kepemimpinan wasit yang buruk dapat merusak mental pemain. Pasalnya latihan yang dilakukan selama ini, strategi yang telah disusun untuk memenangkan laga menjadi sia-sia. Pemain juga mudah tersulut emosi dan imbasnya menyebabkan perkelahian.
Dia menduga, kepemimpinan wasit yang tidak netral itulah yang menyebabkan adanya bentrok saat PSIS bertandang melawan PPSMKN Magelang, belum lama ini. Sejak awal, dia meminta kepada Donny Siregar cs untuk menghindari tindak kekerasan. Namun kondisi di lapangan sudah tidak bisa dikendalikan. Saat bertandang melawan PSCS Cilacap pun demikian.
Terlepas dari masalah itu, pihak PSIS berencana melepas striker asingnya Simone Quintieri. Seperti yang diketahui, pemain asal Italia itu akan habis kontraknya pada 16 Februari mendatang. Direktur Operasional PSIS Novel Al Bakrie mengatakan, sudah ada beberapa klub yang meminangnya, salah satunya Bontang FC.
"Kalau memang akan dilepas, kami berharap agar manajemen atau konsorsium dapat segera mencari penggantinya. Bila melihat kebutuhan tim, kami memerlukan bek asing. Karena sudah ada Han Ji-ho di sektor tengah, dan Vitor Borges di sektor penyerang," lanjut Paryono.
(Hendra Setiawan/CN26)