
JAKARTA, suaramerdeka.com - Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) melalui Komite Pemilihan (KP), resmi membuka pendaftaran calon ketua umum PSSI beserta wakil ketua dan Exco mulai Senin (6/2). Pendaftaran tersebut akan ditutup pada 16 Februari mendatang pukul 24.00 WIB. Pada hari pertama dibuka, belum ada satupun calon yang mendaftar.
KP yang sudah menjalankan tugasnya itu, telah dibentuk pada Kongres Tahunan KPSI di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (5/2) malam. Selain membentuk KP, organisasi yang mengklaim didukung lebih dari 2/3 anggota PSSI ini juga membentuk Komite Banding Pemilihan (KBP). KP dipimpin Dhimam Abror Djuraid (KONI Jatim) dan KBP dipimpin Ahmad Amin (Pengprov PSSI Kaltim).
Ketua KP Dhimam Abror menyatakan, pihaknya tidak akan mempersulit orang-orang yang akan mendaftar sebagai calon ketua umum PSSI. Namun demikian, mereka harus lolos berbagai persyaratan yang telah ditentukan seperti usia minimal 30 tahun, dicalonkan oleh minimal satu anggota PSSI yang sah dan memiliki pengalaman aktif di dunia sepak bola minimal lima tahun.
"Siapapun boleh mendaftar sebagai calon ketua, tapi harus memenuhi persyaratan. Satu orang bisa mendaftar posisi sebagai ketua, wakil atau exco," ujar Abror di kantor KPSI, Senayan, Jakarta.
Selama 10 hari pendaftaran, pihaknya juga melakukan verifikasi terhadap para calon. Hal itu terpaksa dijalani lantaran waktu yang diberikan sudah mepet. "Pada tanggal 16 Februari itu nanti, sekalian mengumumkan nama-nama calon yang lolos administrasi. Jika ada nama yang tidak lolos, diberi kesempatan banding sampai tanggal 18 Februari," ungkapnya.
Dia melanjutkan, proses banding di tingkat KBP akan berjalan hingga 20 Februari. Sehari kemudian atau 21 Februari, nama-nama calon sah yang akan dipilih melalui Kongres Luar Biasa (KLB) diumumkan ke publik.
Rencananya, KLB PSSI akan digelar pada 9 Maret 2012 di Surabaya. Namun, rencana itu diubah untuk mematuhi Statuta PSSI. KLB dijadwal ulang, dan akan diselenggarakan pada 21 Maret 2012. Adapun, tempatnya tak lagi di Surabaya. KPSI memindah lokasi KLB di Jakarta demi efisiensi waktu dan transportasi.
Komite Banding Pemilihan (KBP) yang dibentuk Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) siap mengawal proses pendaftaran calon ketua umum PSSI, wakil ketua umum dan Exco. Menurut Ketua KBP Ahmad Amin, tugas yang diembannya tidak bisa dipisahkan dengan Komite Pemilihan (KP) yang dipimpin Dhimam Abror Djuraid.
Karena itu, selama proses pendaftaran calon, komite yang dipimpinnya akan terus memantau hingga pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) pada 21 Maret mendatang, kelar. "Kami akan pantau proses sampai selesai. Antara KBP dan KP itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, jadi kami akan memantau terus," kata Ahmad Amin di Jakarta, Senin (6/2).
Tugas yang paling ditunggu-tunggu adalah menanti banding dari calon ketua umum PSSI, wakil ketua serta Exco yang dinyatakan tidak sah atau kurang memenuhi syarat, yakni pada 16 - 18 Februari mendatang. Karenanya, untuk saat ini belum ada tugas yang berarti.
Sementara itu, pada hari pertama pendaftaran/pembukaan calon ketua umum PSSI, Komite Pemilihan (KP) masih belum memiliki format formulir pendaftaran calon yang tepat. Namun, mereka berjanji pada hari kedua pendaftaran, format itu sudah dibuat dan siap diunduh melalui situs KPSI.