
SEMARANG, suaramerdeka.com - Direktur Operasional PSIS Novel Al Bakri tidak akan buru-buru bertindak terkait persoalan internal manajemen. Sementara ini, dia akan menunggu terlebih dulu hasil tim audit keuangan dari konsorsium pusat yang telah melakukan penyelidikan, beberapa waktu lalu.
"Kami berharap, hasil dari inspeksi mendadak (sidak) dapat disampaikan secara terbuka kepada publik. Pasalnya, saat ini berkembang isu di kalangan khalayak yang tidak benar. Karena itu perlu diluruskan agar tidak ada yang merasa disakiti atau tersaikiti," tutur pengacara itu.
Dia juga meminta agar seluruh pihak yang tidak mendukung kemajuan PSIS agar tidak memperkeruh suasana. Jangan terus mencari kesalahan-kesalahan di skuad Mahesa Jenar. Yang terpenting saat ini adalah berusaha agar tim kebanggaan warga Kota Semarang tetap utuh.
"Kini PSIS adalah tim profesional, tidak menggunakan uang rakyat dari APBD lagi. Karena itu harus didukung bersama-sama. Target untuk bisa promosi dan tampil di kancah tertinggi sepak bola Indonesia harus didukung bersama-sama," ujar Novel.
Seperti yang diketahui, konflik internal manajemen terjadi di PSIS. Hal itu ditandai dengan beberapa orang yang memilih mundur dari manajeman. Gonjang ganjing itu diduga menjadi penyebab skuad Mahesa Jenar gagal meraih hasil maksimal, dan terlibat perkelahian saat bertandang melawan PPSMKN, belum lama ini.
"Mungkin ada ikatan emosional yang belum bisa terputus antara pemain dengan sejumlah manajeman. Karena itu permainan mereka menjadi kurang maksimal dan mudah tersulut emosi. Seharusnya pemain fokus pada laga dan tidak terpengaruh oleh kepemimpinan wasit atau provokasi dari pemain lawan," imbuhnya.
Sembari menunggu hasil, dia meminta agar Donny Siregar cs fokus dalam persiapan menghadapi laga melawan Persepar Palangkaraya, Jumat (17/2) mendatang. Menurutnya, sebagai pemain, profesionalisme harus dijunjung tinggi dan tidak terpengaruh konflik manajemen.
(Hendra Setiawan/CN26)