
TANGERANG, suaramerdeka.com - Persis Solo versi Liga Indonesia (LI) pulang dari rangkaian lawatannya dengan kepala tertunduk. Skuad Laskar Sambernyawa itu tak mampu mencuri poin lagi dalam duel Divisi Utama di Stadion Benteng, setelah kalah 0-2 dari tim tuan rumah Persita, Senin (6/2).
Sebelumnya, tim besutan pelatih Didik Listyantoro itu menyerah 0-3 dari Persih Tembilahan, Riau (1/2). "Yah, kami memang pulang tanpa membawa poin. Saya akui, lini belakang keropos dan tidak konsisten dalam mengantisipasi pergerakan lawan. Di sisi lain, lini depan kurang tajam," kata Didik usai laga.
Gol tuan rumah dicetak Rio Ramandika menit 27. Memanfaatkan umpan silang dari sektor kanan pertahanan Persis, Rio langsung menyepak kulit bundar tanpa mampu dibendung kiper Tri Windu. Gol kedua diceploskan Rishadi menit 63, setelah terjadi kemelut di depan gawang Persis.
Barisan belakang skuad Laskar Sambernyawa yang diawaki Noah Romuald, Aris Fandi, Suparno dan Andri Siswanto, tak mampu mengantisipasi pergerakan lawan di jantung pertahanannya. Pada duel yang dipimpin wasit Rahmat Afriadi (Pekanbaru) itu, sebenarnya tim Kota Bengawan juga mampu membuka beberapa peluang.
Sekitar menit 10, pemain sayap Handri memanfaatkan umpan terobosan hingga tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Tema Musadat, namun bola tendangannya melenting ke atas gawang.
"Striker Diego Mendieta juga punya peluang bagus, berhadapan dengan kiper tapi tak bisa mencetak gol. Anak-anak bisa membuka peluang, tapi penyelesaian akhir serangan sangat lemah," ungkap Manajer Persis Totok Supriyanto.
(Setyo Wiyono/CN26)