
BERTARUNG: Karateka saat bertarung pada Kejurda Inkai Piala Danpomdam Cup III di GOR Patriot Watugong Semarang, Minggu (5/2). Kab Semarang berhasil mempertahankan gelar juara umum dengan raihan 16 emas, enam perak, dan tujuh perunggu. (suaramerdeka.com/Nurul Muttaqin)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kontingen Inkai Kabupaten Semarang keluar sebagai juara umum Kejurda Inkai Piala Danpomdam Cup III yang berlangsung 4-5 Februari di GOR Patriot Watugong, Semarang, setelah mengemas 16 medali emas, enam perak, dan tujuh perunggu. Ini adalah gelar ketiga yang diraih secara berturut-turut.
"Dari awal kami memang memasang target juara sekaligus mempertahankan gelar. Dari perolehan medali ada peningkatan, bila tahun lalu kami meraih 15 medali emas, tahun ini bisa 16 emas. Demikian juga dari sisi kualitas, karateka menunjukkan peningkatan," ujar pelatih Kab Semarang, Andriansyah, di Semarang, Senin (6/2).
Kabupaten Semarang menurunkan total 38 atlet. Beberapa di antaranya merupakan atlet yang diturunkan pada Pra-PON lalu seperti Lupita Farah dan Febrian Gede Saputra. Lupita Farah berhasi meraih Best of The Best kategori putri.
Peringkat kedua diduduki Surakarta yang meraih 12 medali emas, 11 perak, dan 10 perunggu. Tempat ketiga menjadi milik Jepara dengan raihan delapan emas, 10 perak, dan 16 perunggu.
Ketua Harian Inkai Jateng, Eri Sadewo mengatakan, Kejurda berlangsung sukses dengan terlampauinya target jumlah peserta. Awalnya, panitia menargetkan 500 atlet, namun ternyata peserta membludak menjadi 850 atlet. "Inkai adalah organisasi yang besar, tidak saja dari sisi kuantitas atau jumlah keanggotaan, namun juga dari sisi kualitas. Kami bangga dengan capaian hasil ini," kata Eri.
Kejurda, menurutnya, adalah bagian dari persiapan menghadapi Kejurnas Inkai yang direncanakan digelar 2-4 Maret mendatang di Jimbrana Bali. Karena itu, dia meminta atlet yang berprestasi di Kejurda tersebut untuk selalu meningkatkan kualitas teknik dan fisik.
Ke depan, menurutnya, pembinaan seperti ini akan terus dilakukan agar selalu muncul bibit karateka potensial. "Kami akan terus meningkatkan prestasi melalui peningkatan frekuensi pertandingan sehingga kami dapat menjadi terdepan dalam persaingan dengan perguruan lain di lingkungan Forki," tandas Ery.
(Nurul Muttaqin/CN31)