
PENGURUS ATI SURAKARTA: Ketua Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Surakarta Priyo Budi Sutanto (empat dari kanan) menjalani pelantikan pengurus ATI Surakarta bersama pengurus lainnya di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Lojigandrung, pekan lalu.(suaramerdeka.com/Gading Persada)
SOLO, suaramerdeka.com - Usai dilantik sebagai Ketua Umum Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Surakarta, Priyo Budi Sutanto, langsung bergerak cepat menggelar sejumlah even. Salah satunya adalah kejuaraan bergengsi tingkat nasional perebuatan gelar juara.
"Kami rancang nanti sekitar Maret atau April. Ini sebagai even pertama kami setelah dilantik. Untuk pengukuhan pengurus baru ATI periode 2011-2016 juga," kata Priyo kepada suaramerdeka.com.
Bukan sembarang perebutan gelar juara janji Priyo. Even yang digelar pengusaha bahan makanan ini menjanjikan lima kejuaraan perebutan gelar sekaligus dalam satu even. "Jika biasanya satu kejuaraan nasional perebutan juara diisi dengan lima partai tambahan, maka kegiatan nanti lima perebutan juara langsung digelar pada saat itu juga. Jadi tidak ada partai-partai tambahan," tutur Priyo.
Priyo sendiri mengaku tidak akan setengah-tengah menggelar even itu. Lokasi penyelenggaraan pun dipilih tidak berada di GOR atau gelanggang olahraga lainnya. Tapi sebuah gedung pertemuan di Diamond Convention Center yang bakal disulapnya menjadi lokasi area pertarungan perebutan juara.
"Selama ini tinju edentik dengan olahraga keras dengan minim penggemarnya. Nah, untuk semakin memasyarakatkan olahraga ini kami mengubah konsep seperti biasanya. Khusus ini kami kembangkan unsur sportainment-nya," papar dia.
Untuk nomor pertandingannya sendiri, sambung Edy Surya selaku sekretaris ATI Surakarta, adalah kelas-kelas bergengsi. Seperti welter, menengah ringan atau welter ringan. "Yang pasti kelas menengah ke atas," tandas Edy.
Pria yang juga promotor tinju professional itu menjelaskan, nantinya para juara di even tersebut berkesempatan melawan petinju yang memiliki peringkat teratas di kelas yang diikutinya. "Karena ini even pertama kalinya di Solo maka kebijakan yang disebutkan tadi dilakukan untuk menarik minta masyarakat Kota Bengawan," jelasnya.
Sementara itu Ketua ATI Pusat Manahan Situmorang menyambut rencana ATI Surakarta menggelar lima perebutan juara bergengsi sekaligus tanpa partai tambahan. "Solo memiliki potensi besar dan banyak petinju professional di Indonesia berasal dari kota ini," ungkap Manahan.
(Gading Persada/CN31)