
SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim kebanggaan warga Kota Semarang berencana membentuk PSIS Yunior. Hal itu dilakukan sebagai salah satu komitmen PSIS dalam pembibitan pemain sepak bola muda di Kota Lumpia. Hal itu disampaikan Warso Susilo, perwakilan konsorsium pusat.
Dia mengatakan, adanya tim yunior cukup penting untuk regenerasi dan mendukung skuad utama Mahesa Jenar. Sehingga ke depan, tidak lagi susah-susah mencari pemain-pemain dari luar daerah.
"Ada beberapa program yang akan kami lakukan untuk meningkatkan kualitas PSIS yang kini dikelola secara profesional. Salah satunya melalui PSIS yunior. Dengan demikian, pembinaan yang telah dilakukan Kota Semarang melului kompetisi tidak sia-sia," imbuhnya.
Seperti yang diketahui, PSIS Tim Yunior merupakan bentukan tim-tim Divisi Utama untuk berlaga di Liga Remaja U-15 Piala Suratin yang diselenggarakan PSSI pusat, tiap tahun. Bila PSIS berlaga di Kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia, maka wajib membentuk tim U-21.
Selama dua musim terakhir, yakni saat mengandalkan APBD untuk pendanaan, PSIS tidak membentuk tim U-15 sendiri. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Pengcab PSSI Kota Semarang untuk membentuk PSIS Yunior. Hasilnya tidak begitu mengewakan. Tahun 2010, PSIS yunior yang ditangani Arlin Mirhan berhasil lolos dari zona Jawa Tengah.
Tahun lalu, dengan pelatih yang sama, PSIS Yunior berhasil menjadi runner-up tingkat nasional. Kini, beberapa pemainnya memperkuat tim-tim nasional. Di antaranya penyerang Kukuh Pramuyudha dan Kurnanda Fajar Saktiaji. Keduanya masuk dalam skuad muda PSIS yang kini ditangani pelatih berpengalaman Edy Paryono.
Dalam hal ini, ketua Pengcab PSSI Kota Semarang Anggoro MArdi Husodo atau akrab disapa Yoyok Mardijo akan terus berkoordinasi dengan pihak PSIS. Pengcab akan lebih fokus dalam pembentukan tim U-12 untuk tampil di national Danone Cup (DNC) dan tim U-15 di Piala Menegpora.
(Hendra Setiawan/CN26)