
SOLO, suaramerdeka.com - Inkai Solo memburu sembilan medali emas dalam Kejurda Inkai yang akan digelar di GOR Patriot kompleks Kodam IV/Diponegoro Semarang, Sabtu-Minggu (4-5/2). Sebanyak 37 karateka disiapkan Tim Kota Bengawan guna memburu target di arena tersebut.
"Kami berusaha menembus lima besar pada ajang memperebutkan Piala Dandenpom IV/Diponegoro itu,’’ kata Ketua Majelis Sabuk Hitam Inkai Solo, Andis Syarifudin, Jumat (3/2).
Beberapa karateka menjadi tumpuan dalam perburuan target tersebut. Di kategori yunior, atlet UNS Bramantya merupakan salah seorang karateka yang diproyeksikan meraih emas. Lalu dua atlet menjadi andalan di klasifikasi kadet putra, yakni Bramantya (kebetulan namanya sama) dan Altarik.
Atlet pemula putri yang menjadi tumpuan yakni Gea dan Syanindika, serta Vito dan Rizki di kelompok usia dini. "Kami juga menyertakan atlet untuk bertanding di kelompok veteran (usia 40 tahun ke atas-red), di antaranya Hendra Suryawan," jelas Andis.
Di nomor kata, beberapa peluang juga menjadi bidikan antara lain beregu dan perorangan kadet putra, beregu pemula putra dan perorangan pemula putrid. Guna mewujudkan bidikan itu, para karateka Solo telah menjalani pelatihan terpusat yang dilakukan berpindah-pindah di beberapa dojo, dalam sebulan terakhir.
Mereka ditempa dengan berbagai materi latihan, mencakup penggemblengan fisik dan peningkatan teknik. Hal itu menjadi bekal guna menghadapi ketatnya pertarungan melawan kontingen-kontingen lain. Tim yang diperhitungkan memiliki kekuatan bagus di antaranya Kabupaten Semarang dan Jepara.
"Korem Warastratama Surakarta yang menurunkan tim sendiri, juga memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan. Tim tersebut menjadi juara dalam invitasi se-eks Karesidenan Surakarta di Klaten, akhir tahun lalu," ungkap Andis.
Pria yang juga Kabid Organisasi Inkai Jateng tersebut menambahkan, hasil kejurda nanti diproyeksikan untuk menghadapi Kejurnas Inkai di Bali, 2-4 Maret mendatang. "Para karateka peraih gelar juara kejurda akan dicermati performanya, sebelum diberangkatkan ke kejurnas," tuturnya.
(Setyo Wiyono/CN26)