panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Februari 2012 | 18:30 wib
Tak Minder Meski Bersaing dengan Perenang Dewasa
image

KECIL-KECIL cabe rawit, julukan itu pantas untuk julukan Raida Meilina Nugrahaeni. Di usia yang masih belia, tujuh tahun, gadis kecil ini sudah sering menjuarai kejuaraan renang kelompok umur. Terakhir, putri kedua pasangan Eko Yuniarto dan Ana Yuliana yang lahir di Semarang, 27 Mei 2005 tersebut menyabet lima medali emas di Kejuaraan Renang Antarsekolah se-DIY dan Jateng di Yogyakarta, 21-22 Januari 2012.

Bahkan Lina, sapaan akrabnya mengaku tak pernah minder ketika berlomba menghadapi atlet renang yang usianya lebih tua dibanding dia. "Sejak di bangku TK, saya sudah sering mengikuti kejuaraan kelompok umur. Bahkan di beberapa kejuaraan sempat tidak diperbolehkan main, karena masih terlalu muda jika turun di kejuaraan pelajar," paparnya didampingi Mugiyatmi Wali Kelas 1A SD Muktiharjo Kidul 1 Semarang, tempat dia mengenyam pendidikan.

Perenang yang kini tergabung di klub Spectrum Semarang ini, sejak usia 3 tahun sudah diperkenalkan orang tuanya pada olahraga renang. Awalnya, karena sering diajak mengantar latihan renang kakaknya, Lina kemudian meminta untuk ikut berlatih bersama di klub Spectrum. Ayahnya pun mendukung keinginannya itu, dan menitipkan putri keduanya tersebut di klub yang dilatih oleh Wongso.

Selang beberapa bulan setelah bergabung dengan klub, Lina mulai mahir berenang. Oleh pelatihnya, dia diikutkan ke beberapa kejuaraan. Hasilnya tak mengecewakan, meski saat itu masih balita, Lina kerap menyabet gelar juara.

"Saya memang sejak kecil suka berenang. Selain temannya banyak, saya bercita-citra jadi perenang," katanya malu-malu.

Ketua Kelas

Prestasinya di cabang renang, ternyata juga berbanding lurus dengan prestasi di sekolah. Atlet serba bisa itu, di sekolah menjadi bintang kelas karena nilainya selalu bagus. Karena kecerdasan dan kedewasaan, oleh wali kelas Lina ditunjuk sebagai ketua kelas. Gadis mungil ini mengaku tak keberatan dengan kepercayaan gurunya. Dia tak sekalipun merasa terbebani meski harus memimpin teman-temannya yang berbeda latar belakang.

"Tapi di klub, saya beberapa kali ditegur pelatih karena pernah bercanda saat latihan. Maka saya akan berusaha untuk serius, ketika berlatih maupun belajar di sekolah," tandas atlet yang hobi main games komputer ini.

(Lanang Wibisono/CN32)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
27 Mei 2012 | 15:32 wib
Sirkuit Bridge Gabsi Semarang
Kardani/Dwi Intoro Juara Minggu Keempat
Dibaca: 52
image
27 Mei 2012 | 15:19 wib
Dibaca: 80
image
27 Mei 2012 | 15:03 wib
Dibaca: 106
image
26 Mei 2012 | 20:35 wib
Dibaca: 635
image
26 Mei 2012 | 19:49 wib
Dibaca: 535
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER