
ZURICH, suaramerdeka.com - Tragedi berdarah yang terjadi di Stadion Port Said seusai laga Liga Primer Mesir antara Al-Masry dan Al-Ahly, Rabu (1/2) malam waktu setempat rupanya tak luput dari perhatian Presiden FIFA, Sepp Blatter.
"Saya sangat terhenyak dan sedih mendengar kabar bahwa malam ini sejumlah besar suporter sepakbola terbunuh dan cedera setelah laga di Port Said, Mesir," ucap Blatter di situs resmi FIFA.
Dalam pertandingan yang dimenangkan Al-Masry 3-1 itu, ribuan suporter tuan rumah langsung merangsek ke lapangan dan menyerang fans serta para pemain Al-Ahly dan menyebabkan 73 orang tewas. Atas kejadian itu Blatter menyampaikan rasa dukacita yang mendalam dan menyebut kejadian itu merupakan hari kelam bagi sepak bola
"Saya menyampaikan belasungkawa untuk keluarga para korban yang telah kehilangan nyawanya malam ini. Ini hari kelam bagi sepak bola. Situasi bencana seperti ini sungguh tak terbayangkan dan semestinya tak terjadi," imbuh orang nomor satu di FIFA sejak 1998 ini.
Pernyataan serupa juga dilontarkan konfederasi sepakbola Afrika (CAF) dan rencananya guna mengenang insiden itu, Mengheningkan cipta selama satu menit akan dilakukan menjelang setiap laga perempat-final Piala Afrika 2012 yang dijadwalkan akhir pekan ini. "Sepakbola Afrika tengah berkabung," ujar presiden CAF, Issa Hayatou.
Sementara Samir Zaher, presiden federasi sepakbola Mesir (EFA), telah mengumumkan akibat insiden tersebut liga akan ditunda hingga batas waktu yang tak ditentukan.
(Andika Primasiwi, GLCM/CN26)