
ROMA, suaramerdeka.com - Pelatih Inter Milan Claudio Ranieri mengaku bangga dengan penampilan impresif timnya kala menjamu Palermo di Stadion Giuseppe Meazza yang berakhir dengan skor imbang 4-4. Diego Milito menjadi pahlawan Inter dengan empat gol yang dicetaknya.
Sementara di kubu Palermo, Fabrizio Miccoli tak mau kalah dengan Milito dengan membukukan tiga gol. Satu gol lain dihasilkan Andrea Mantovani.
"Ini laga spektakuler, dan saya berterima kasih kepada semua pihak yang mengupayakan laga ini tetap berjalan meski dengan perjuangan keras. Hasilnya terbayar dengan penampilan di pertandingan," ucap Ranieri mengomentari cuaca buruk yang sempat mengancam kelangsungan laga.
Meski memuji penampilan timnya, Ranieri mengaku sedikit kecewa dengan hasil imbang itu karena Inter gagal meraih kemenangan, kendati hasil itu menurutnya cukup adil bagi kedua tim.
"Sungguh kecewa mengakhiri laga dengan hasil imbang, meski hasil ini cukup adil jika melihat banyaknya peluang yang diciptakan kedua tim. Ini pertandingan yang hebat. Saya pikir, Milito mungkin satu dari beberapa pemain di dunia, yang mmapu mencetak empat gol tapi gagal membawa timnya menang," sesal Ranieri.
Pada laga ini, Ranieri menyoroti dua hal menjadi sorotan seperti keputusannya memainkan Wesley Sneijder lebih melebar, dan lemahnya koordinasi di lini belakang. "Saya menempatkan Wesley melebar ke kiri karena Munoz tak memberikan dia ruang untuk menyerang. Wesley bermain baik dan menciptakan beberapa peluang. Walter Samuel tidak dalam kondisi 100 persen, jadi dia butuh istirahat," beber Ranieri.
Di luar pertandingan, Ranieri juga mengaku agak menyesalkan kepergian Thiago Motta ke Paris Saint-Germain, mengingat dia sudah berusaha keras mempertahankannya.
"Saya ingin mempertahankan dia, karena di skuad tak ada pemain dengan karakter seperti dia. Saya sudah mencoba, tapi dia memilih pergi. Kami membiarkan dia bahagia. Kami juga memboyong Fredy Guarin dan Angelo Palombo. karenanya, kami tak akan melemah," tandasnya.
(Andika Primasiwi, ds/CN26)