
SOLO, suaramerdeka.com - Para pemanjat tebing penghuni pelatda jangka panjang (PJP) untuk menghadapi PON XVIII/2012 di Riau, bakal diuji. Mereka akan dicermati lagi performanya dalam program promosi-degradasi (prodeg) yang digelar melalui kejurda di kompleks GOR Jatidiri Semarang, Maret mendatang.
"Kejurda itu bersifat terbuka bagi seluruh atlet panjat tebing Jateng. Kalau ada atlet di luar PJP yang performanya lebih bagus, bisa masuk pelatda," kata pelatih kepala PJP Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng Triyanto Budi Santoso, Kamis (2/2).
Saat ini tercatat 14 atlet awak PJP yang telah menjalani latihan intensif di Semarang. Mereka merupakan atlet-atlet Jateng yang telah lolos dalam prakualifikasi PON yang diselenggarakan di Jatidiri, tahun lalu. Di antara penghuni PJP itu terdapat empat atlet Solo, yakni M Marsudin, Indah Wati, Dimas Satryo dan Sutrisno (berstatus atlet sparring partner).
Khusus Marsudin dan Indah, keduanya kini masuk nominasi masuk pelatnas guna menghadapi multievent Asean Beach Games (ABG) yang rencananya diselenggarakan di China, Juni mendatang. Selain itu ada Muwardi dan Susanti Arfiah (Karanganyar), serta Harini (Sragen).
Sebelumnya, ketiga atlet tersebut menghuni pelatnas SEA Games 2011. "Rencananya, total penghuni PJP nanti menjadi 20 orang. Jadi juara pertama dan kedua dari setiap nomor, bakal langsung masuk mess," jelas Triyanto.
Nomor-nomor yang dilombakan tersebut adalah lead, boulder serta speed track dan speed record. Seluruhnya terbagi atas kelompok putra dan putri. Sementara dalam PON mendatang 14 medali emas yang diperebutkan.
"Kekuatan yang dimiliki tim PJP sekarang sudah mencapai 80 persen. Tapi tidak menutup kemungkinan ada pergeseran dengan masuknya atlet di luar PJP yang performanya memang bagus," ujar sang pelatih.
(Setyo Wiyono/CN26)