
Boyolali, suaramerdeka.com - Problem lemahnya ujung tombak Persebi Boyolali akan dibenahi Sriyatno selama masa jeda laga putaran pertama babak penyisihan Grup VI kompetisi Divisi I Nasional. Pelatih skuad Pandan Arang tersebut pun mencari tambahan striker baru guna memperuncing lini depannya guna menghadapi laga putaran ke dua.
"Saya sekarang sedang mencermati kemampuan penyerang dari Semarang, Taufik, yang sudah turut bergabung latihan pada beberapa hari terakhir. Manajemen telah memberi sinyal untuk menambah striker," kata Sriyatno, Rabu (1/2).
Penyerang muda itu diharapkan memiliki performa memadai dan ketajaman naluri dalam mencetak gol. Selain itu mudah beradaptasi dalam permainan dengan para awak lama tim asal lereng gunung Merapi-Merbabu tersebut.
Dengan demikian, dia bisa menutup kekuarangan di sektor penyerang Persebi. "Kemampuan dia (Taufik-red) secara menyeluruh akan saya cermati secara lebih mendalam pada pertandingan uji coba nanti. Tapi saya belum pastikan waktu dan tim lawannya. Yang jelas dalam waktu dekat," ujar sang arsitek tim.
Peluang Terbuang
Saat ini sudah ada sederet pemain yang biasa menghuni lini depan Laskar Sambernyawa, seperti Rizal, Handung dan Agung. Sriyatno menyadari, proses gol memang tidak mutlak bergantung kepada striker, tetapi juga membutuhkan dukungan pemain di sektor lain. Kendati demikian, striker punya tanggung jawab lebih dalam produksi gol.
"Sepanjang putaran pertama, sebenarnya anak-anak bisa membuka banyak kesempatan mencetak gol. Tapi sebagian besar peluang itu terbuang," tuturnya.
Kenyataannya, produktivitas gol Persebi selama melakoni lima laga pada putaran pertama, tergolong rendah. Tim itu hanya mampu memetik sekali pertandingan saat menjamu skuad tetangganya PSISra Sragen, 1-0, Minggu (29/1), serta dua kali seri ketika ditahan imbang tamunya Persipa Pati dan Persik Kendal beberapa waktu lalu.
"Kami harus memburu banyak poin dalam putaran kedua yang akan dimulai 11 Pebruari nanti. Maka waktu jeda ini akan kami manfaatkan maksimal untuk pembenahan tim," tandas Sriyatno.
(Setyo Wiyono/CN32)