
BERI KETERANGAN: Dari kanan, Setyo Agung Nugroho, Ferdinand Hindiarto, dan Adi Saputra memberikan keterangan terkait pengunduran diri dari jajaran manajemen PSIS, di RM Aldila Jatingaleh. (suaramerdeka.com/ Hendra Setiawan)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Setyo Agung Nugroho merasa ikut bertanggung jawab atas tindakan oknum manajemen PSIS yang dikatakan meminta komisi dari para pemain PSIS. Meski tanpa sepengetahuannya, namun secara struktural berada di bawah pimpinnya sebagai General Manager (GM) Teknik PSIS.
Kejadian yang memalukan itu, membuatnya merasa gagal mengatur orang-orang di bawahnya. Karena itu Agung memilih mundur dari jajaran manajemen tim kebanggaan warga Kota Semarang. Meski berat, menurutnya, langkah yang diambilnya adalah yang terbaik dan untuk intropeksi diri.
"Kalau surat pengunduran diri, kami rasa tidak perlu. Karena kami ditunjuk juga tidak menggunakan surat keputusan (SK). Ada pun fitnah yang ditujukan kepada kami biarkan saja. Yang benar akan terbukti kebenarannya, dan yang bersalah semoga bisa segera terungkap," kata pria yang sudah menanangi PSIS selama tujuh tahun itu.
Baginya, kejadian ini tidak akan membuatnya kapok mengurusi sepak bola. "Kami akan sowan ke Komisaris Utama Kukrit Suryo Wicaksono dan Direktur Operasional PSIS Novel Al Bakrie terkait pengunduran diri ini. Kami ditunjuk secara baik- baik, karena itu mundur pun akan kami lakukan baik-baik," kata Agung.
Sportif
Ferdinand Hindirato pun mengungkapkan alasan kemundurannya dari psikolog PSIS. Dia mengaku tidak bisa bekerja di dalam suasana yang tidak mendukung. Sebagai olahraga, katanya, klub sepak bola harus dikelola secara sportif, namun kondisi itu belum dijumpainya di PSIS.
Dia pun mengaku terpukul atas tuduhan menerima komisi dari pemain. "Tuduhan itu merupakan pengalaman pertama sepanjang hidup. Di luar sepak bola, saya memiliki penghasilan lebih dari cukup. Namun kecintaan saya kepada PSIS memanggil hati saya untuk peduli," kata pria yang juga Pengurus Harian PSSI Kota Semarang itu.
Sebenarnya peran Ferdinand di tim, tidak kalah penting dibandingkan manajemen lainnya. Dia menjadi pengangkat motivasi bagi para pemain, terutama skuad muda. Berbekal pengalamnnya, dia ikut memberikan solusi saat menghadapi tekanan dari wasit atau pertandingan away. Karena dalam persiapan PSIS belum pernah uji coba di luar kandang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Agung, Ferdinand, serta Adi Saputra (asisten GM) mundur dari manajemen PSIS, Senin (30/1) lalu. Keputusan itu diambil lantaran berkembang tuduhan bahwa ketiganya menerima komisi dari Donny Siregar cs.
(Hendra Setiawan/CN33)