
JAKARTA, suaramerdeka.com - Hingga hari ketiga, ratusan suporter yang melakukan unjuk rasa di depan kantor PSSI, tak juga ditemui Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Padahal, mereka menginginkan bertemu dengan orang nomor satu di lingkungan induk sepakbola nasional tersebut.
Mereka ingin menyampaikan kekesalannya lantaran kisruh sepak bola Indonesia tak kunjung usai. Alih-alih bisa segera damai, justru yang terjadi belakangan ini bertambah ruwet. Karenanya, ratusan suporter asal Persela Lamongan (LA Mania), Perseba Bangkalan (K-Chonk Mania), Persebaya Surabaya (Bonek) dan Persitara Jakarta Utara (NJ Mania) tersebut akan terus menjalankan aksinya hingga Jumat (3/1) lusa.
Menurut Koordinator Aksi, Kanjeng Yunus, pihaknya mengancam bakal menyegel kantor PSSI jika saja Djohar Arifin tak segera keluar dari sarangnya. "Besok, kami akan melakukan aksi lagi. Puncaknya Jumat. Jika pada hari Jumat mereka tidak mau menemui, kami akan gembok kantor PSSI dan akan kami segel," kata Yunus di sela aksi, Rabu (1/2).
Dia mengutarakan, kepengurusan PSSI di bawah kendali Djohar Arifin memang saatnya diingatkan. Sebab, hampir semua keputusan yang dijalankannya menuai kontroversi. Bahkan, kata dia, keputusan-keputusan tersebut tidak mengacu pada statuta yang berlaku.
"Kami ingin Ketua Umum yang keluar dari kantor PSSI. Kedatangan kami bukan untuk mediasi, karena kami rasa terlambat Kami hanya ingin satu hal. Jalankan statuta. Kalau mau mengubah statuta adakan kongres tahunan dulu. Jangan asal ganti," ujarnya.
Sebenarnya, aksi mereka itu diterima perwakilan pengurus PSSI, yaitu Ketua Komite Media Tommy Arief beserta anggotanya Wuryanto. Hanya saja, mereka tetap tidak bersedia lantaran jawaban yang diberikan pengurus tersebut tidak meyakinkan, yakni tuntutan yang disampaikannya akan ditampung. “Jawaban itu sangat birokratis. Yang jelas kami tidak puas. Kami berharap mereka bisa mengakui kesalahan mereka,” tandasnya.
(Arif M Iqbal/CN26)