
JAKARTA, suaramerdeka.com - Keinginan Pelita Jaya Karawang, salah satu klub kontestan Indonesia Super League (ISL), untuk mempertahankan striker M Safee Sali akhirnya terwujud. Pemain timnas Malaysia itu bersedia memperpanjang kontrak dengan The Young Guns (Julukan Pelita Jaya) selama dua musim ke depan.
Awalnya, beredar kabar bahwa Safee Sali bakal hengkang dari klub milik Bakrie Grup tersebut. Dia tak mau dicoret timnas Malaysia gara-gara memperkuat klub ISL, kompetisi yang tak diakui PSSI, AFC dan FIFA. Lagipula, banyak klub asal Thailand dan Singapura berminat meminangnya.
Namun, isu tersebut akhirnya terbantahkan setelah pemain bernomor punggung 10 ini menandatangani kontrak bersama Pelita Jaya di Apartemen Cilandak, Jakarta, Rabu (1/2). "Saya menerima banyak tawaran dari klub luar, tapi saya hormati semua pihak yang ada di Pelita Jaya. Selama saya dibutuhkan, saya akan tetap bertahan di sini," kata Safee.
Menurut dia, pihak Pelita Jaya juga memberi kesempatan baginya untuk menimba ilmu di klub Liga Australia dan Belgia milik Bakrie Grup. Hal itu pula yang membuat Safee Sali masih ingin bertahan bersama The Young Guns. "Saya punya kesempatan emas bermain di Eropa dan juga Australia," ujarnya.
Di sisi lain, pencetak gol terbanyak di Piala AFF 2010 ini masih ingin belajar banyak bersama pelatih Pelita Jaya yang baru, yakni Rahmad Darmawan (RD). Menurut dia, RD adalah sosok pelatih yang memiliki taktik jitu dalam meracik komposisi tim serta mampu memberi motivasi kepada para pemain. Karenanya, selagi mempunyai kesempatan belajar, dia akan tetap bersama Pelita.
Sementara itu, Manajer Pelita Jaya Lalu Mara Satriawangsa mengatakan, loyalitas Safee Sali kepada klub ini perlu diberi apresiasi tinggi lantaran banyak klub yang meminang dan akhirnya ditolak. "Meskipun banyak tawaran dari banyak klub, tapi Safee tetap berkomitmen untuk bertahan. Loyalitas Safee sangat kami apresiasi," kata Lalu Mara.
Oleh karenanya, nilai kontrak yang diberikan kepada pemain 28 tahun ini lebih besar dibanding sebelumnya yang berakhir 31 Januari lalu. Namun, karena alasan 'dapur rumah tangga', nominal kontrak Safee tidak disebutkan.
(Arif M Iqbal/CN26)