
SURABAYA, suaramerdeka.com - Perhelatan Asian Games bakal digelar tujuh tahun lagi. Tapi, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia memiliki rencana besar yakni mengikuti bidding tuan rumah Asian Games XVIII 2019 mendatang. Jatim.
Kemenpora menunjuk Jawa Timur (Jatim) sebagai tuan rumah multievent terakbar di Benua Asia itu. Rencananya, pada 9 Februari nanti, mereka akan membawa usulan ini ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selanjutkan, berkas usulan itu dikirimkan kepada panitia bidding yang dikelola Olympic Council of Asia (OCA).
Rencana penunjukan Jatim sebagai tuan rumah Asian Games bukan tanpa alasan. Jatim telah mempersiapkan bahan dan memiliki venues yang memadai dan berstandard internasional. Selain itu, Jatim adalah salah satu daerah pemasok atlet untuk kontingen Indonesia dalam jumlah cukup besar.
Argumentasi lainnya adalah bentuk pemerataan pelaksana multievent di Indonesia. Di tahun 2011, Palembang dan Jakarta menjadi tuan rumah untuk SEA Games XXVI 2011 kemarin. Adapun di tahun 2012 ini, Riau ditunjuk sebagai pelaksana Pekan Olahraga Nasional (PON). Setahun berikutnya, Riau juga menjadi tuan rumah Islamic Solidarity 2013.
Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung, mengatakan, pihaknya senang dan bangga jika Indonesia jadi dipilih sebagai tuan rumah Asian Games. Jika demikian, katanya, Asian Games akan difokuskan di Surabaya dan sekitarnya. Salah satu venues yang disiapkan adalah stadion terbesar dan termewah di Jatim saat ini, Gelora Bung Tomo.
"Saya kira masih ada waktu tujuh tahun untuk menyiapkan Surabaya dan sekitarnya menjadi tuan rumah Asian Games 2019," katanya.
Pada satu kesempatan, Gubernur Jatim Soekarwo mengutarakan, sekiranya pemerintah pusat memutuskan Jatim sebagai tuan rumah Asian Games, maka pihaknya menerima dengan senang hati penunjukkan tersebut. Sejumlah infrastruktur olahraga di Surabaya dan sekitarnya, katanya, memang harus diperbaiki sehingga memenuhi standar internasional.
(Ainur Rohim/CN26)