panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Januari 2012 | 16:03 wib
Petarung yang Tak Suka Berkelahi
image

PRESTASI Gunawan Wijaya sebagai mantan atlet judo dan wushu Jawa Tengah terbilang mentereng. Dia sudah tiga kali membela Jateng di PON, dengan dua disiplin cabang berbeda.

Bahkan pada keikutsertaannya di event multi cabang antar provinsi itu, Gunawan yang kini menjadi pelatih lintas bela diri di Sasana Lindu aji Semarang selalu menyumbang medali. Di PON Jakarta 1993, atlet kelahiran Semarang, 7 Juli 1972 tersebut sukses merebut medali emas ketika turun sebagai pejudo Jawa Tangah.

Sekitar tahun 2003, Gunawan memutuskan pindah ke cabang wushu. Alasannya karena dia merasa di judo kurang bisa memuaskan keinginannya sebagai petarung full body contact. Meski baru pertama kali tampil di event nasional cabang wushu sanshou, pada PON Surabaya, Jawa Timur 2000 Gunawan sukses menyumbangkan medali perunggu untuk daerahnya.

Prestasi itu dia perbaiki saat tampil di PON Pekan Olahraga Nasional XVI-2004 di Sumatra Selatan, atlet tampan ini meraih medali perak ketika tampil di kelas 70 kg wushu sanshou.

"Sejak kecil saya memang suka olahraga bela diri. Tapi sebenarnya saya tidak suka berkelahi. Saya hanya mau bertarung di kejuaraan saja," kata atlet yang sempat tampil membela Indonesia di SEA Games Jakarta 1997.

Sejak SD

Ayah dari Ronald Wijaya (3) ini mengawali karier di olahraga bela diri ketika masih duduk di kelas 4 SD. Awalnya dia bergabung di salah satu perguruan karate kyokusinkay yang mempertandingkan bela diri full body contact. Karena cabang ini tak dipertandingkan di PON, Gunawan memutuskan pindah cabang ke judo karena terobsesi menjadi atlet nasional.

Tak lama berlatih judo, prestasi nasional pun langsung dia raih. Tahun 1992, Gunawan dipanggil oleh Pengprov PJSI Jateng untuk mengikuti seleksi PON XIII yang diselenggarakan di Jakarta 1993.

Saat ini di usianya yang tak lagi muda, pria yang kini tinggal di Kampung Rambutan, Semarang Selatan itu memilih kembali menekuni bela diri keras, seperti kick boxing, tarung bebas, serta olahraga yang dia geluti sejak kecil karate kyokusinkay.

Selain aktif sebagai atlet, Gunawan juga dipercaya melatih belasan petarung yang tergabung di Sasana Bela Diri Lindu Aji Semarang. Salah satu petarung bebas yang dia bina, Ngabdi Mulyadi, bahkan mampu menembus level internasional.

Anak didikannya itu akan tampil di event tarung bebas One Fighting Chng di event One-FC Internasional Championship bertitel “Battle of Heroes”, di Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta, (11/2).

(Lanang Wibisono/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
27 Mei 2012 | 15:32 wib
Sirkuit Bridge Gabsi Semarang
Kardani/Dwi Intoro Juara Minggu Keempat
Dibaca: 9
image
27 Mei 2012 | 15:19 wib
Dibaca: 71
image
27 Mei 2012 | 15:03 wib
Dibaca: 94
image
26 Mei 2012 | 20:35 wib
Dibaca: 632
image
26 Mei 2012 | 19:49 wib
Dibaca: 533
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER