
MELBOURNE, suaramerdeka.com - Victoria Azarenka sukses menjuarai turnamen Australia Open usai tanpa kesulitan berarti menumbangkan Maria Sharapova 6-3 dan 6-0 dalam final tunggal putri Australia Terbuka di Rod Laver Arena, Melbourne, Sabtu (28/1).
Kemenangan itu merupakan raihan gelar Grand Slam pertama bagi petenis Belarusia itu sekaligus mengantarkannya menjadi petenis nomor satu dunia menggusur Caroline Wozniacki dalam peringkat WTA. Tak pelak kemenangan itu membuat petenis berusia 22 tahun itu gembira.
"Saya tidak sabar menunggu untuk kembali lagi tahun depan. Saya menghabiskan bulan yang indah di Australia. Inilah mimpi yang menjadi kenyataan," kata Azarenka.
Azarenka sempat tertinggal 0-2 pada set pertama. Namun setelah itu, dia sukses merebut 12 dari 13 game selanjutnya. Tidak ada raut ketegangan di wajahnya pada final Grand Slam pertama sepanjang kariernya itu.
Sharapova, yang pernah mengejutkan dunia dengan mencapai final Wimbledon pada usia 17 tahun, tidak mampu melayani permainan cepat dan gesit lawannya. Dia sedikitnya membuat 30 kesalahan dalam pertandingan final putri melawan Azarenka.
"Seperti di semua cabang olahraga, ada hari-hari baik, hari-hari sulit, dan hari-hari ketika semuanya tidak sesuai harapan. Selamat untuk Victoria. Dia pantas mendapatkan ini karena kerja keras yang dia tunjukkan. Bisa berdiri di sini setelah masa-masa sulit sebelumnya sungguh sangat berarti bagi saya," tutur Sharapova.
Azarenka juga memuji lawannya. "Saya yakin Maria akan tampil di banyak final lain. Dia bermain bagus. Terima kasih tim dan keluarga saya. Mereka yang membuat saya yakin bisa merebut gelar ini," tegas Azarenka.
Minggu (29/1) ini, akan dimainkan final tunggal putra antara Novak Djokovic melawan Rafael Nadal.
(Andika Primasiwi, rtr/CN26)