
JAKARTA, suaramerdeka.com - PB Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) berusaha keras untuk meningkatkan prestasi atlet nasional. Mereka bertekad dapat mencetak petinju kelas dunia seperti Chris John.
Menurut Ketua Umum PB Pertina Reza Ali, pihaknya segera mengaktifkan berbagai sasana di Indonesia yang telah mati ataupun kembang kempis. Setelah itu, seluruhnya akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana. “Pertina akan menyediakan peralatan latihan untuk kebutuhan para petinju. Paling tidak dalam satu tahun pertama, 200 sasana lebih akan dihidupkan kembali,” kata Rezal Ali.
Selain itu, induk tinju nasional tersebut bakal memprioritaskan program pembinaan atlet tinju amatir usia muda. “Cukup dengan usia minimal 21 tahun itu sudah memberikan kesempatan yang berarti bagi para atlet muda bangsa,” ujarnya.
Guna mengawasi proses latihan dan pembinaan, PB Pertina bakal membentuk sebuah lembaga yang bernama Komisi Disiplin. Lembaga itu bersifat independen dan obyektif. Tujuannya, penilaian terhadap proses pembinaan memiliki standar dan bersifat adil.
Jika hal itu dapat berjalan lancar, kata dia, bukan tidak mungkin prestasi tinju nasional akan menanjak. Dengan demikian, harapan untuk terjun di Olimpiade dapat terwujud. Sejauh ini, PB Pertina memang menargetkan para petinjunya lolos Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil.
Guna menggapai kejuaraan tingkat internasional tersebut, perlu daya juang dan semangat tinggi serta persiapan dari para pengurus. "Tinju amatir merupakan salah satu cabang yang dipertandingkan di Olimpiade. Secara bertahap, kami akan membenahi tinju Indonesia dan diharapkan bisa menembus Olimpiade," ujar Politikus Partai Demokrat ini.
(Arif M Iqbal/CN26)